ilustrasi media sosial (pexels.com/dlxmedia.hu)
Media sosial dapat memengaruhi suasana hati seseorang, terutama jika terlalu banyak terpapar konten negatif atau sensasional, fenomena yang sering disebut doom scrolling. Konten negatif cenderung lebih menarik perhatian daripada berita positif, sehingga dapat memicu rasa cemas dan stres.
Untuk menjalani hidup yang lebih tenang, solusi yang disarankan adalah minimalisme digital, yaitu mengurangi paparan terhadap konten negatif dan memilih fokus pada hal-hal yang lebih bermanfaat bagi diri sendiri. Survei Pew Research Center menunjukkan, bahwa 64 persen warga Amerika merasa media sosial berdampak negatif pada kondisi negara mereka, menegaskan bahwa terlalu banyak konsumsi informasi negatif dapat memengaruhi kesejahteraan mental. Dengan menerapkan minimalisme digital, seseorang dapat mengalihkan energi dan perhatian ke hal-hal positif, menciptakan ruang mental yang lebih tenang dan produktif.
Menjalani liburan akhir tahun dengan pendekatan soft life bukan hanya tentang bersantai, tetapi juga tentang merawat diri, menenangkan pikiran, dan menciptakan lingkungan yang nyaman. Dari merapikan ruang, melakukan praktik perawatan diri mikro, hingga menerapkan istirahat yang berkualitas dan minimalisme digital, setiap langkah kecil dapat membawa ketenangan dan kebahagiaan yang nyata. Dengan fokus pada kesejahteraan diri dan menciptakan momen-momen sederhana yang bermakna, liburan di rumah bisa menjadi pengalaman yang lebih menyegarkan dan memuaskan daripada sekadar perjalanan jauh.