ilustrasi Lebaran (pexels.com/Alfatah Bilal Afdam)
Ketika obrolan sering mengarah ke penilaian individu, orang akan datang ke acara keluarga dengan perasaan waspada. Fokusnya bukan lagi menikmati kebersamaan, melainkan menghindari topik tertentu yang berpotensi memicu ketidaknyamanan. Ini membuat kehadiran terasa seperti sesuatu yang memberatkan, bukan keinginan.
Jika kondisi ini terus terjadi, orang jadi malas ngobrol. Mereka hadir secara fisik, tetapi tidak benar-benar terlibat dalam suasana. Dalam jangka panjang, hubungan bisa terasa renggang meski tetap sering bertemu. Menghentikan kebiasaan mengadili membantu mengembalikan rasa nyaman saat berkumpul.
Lebaran akan terasa lebih menyenangkan ketika setiap orang bisa hadir tanpa harus bersiap menjawab hal-hal yang tidak ingin dibahas. Percakapan yang saling menghargai justru membuat kebersamaan lebih terasa dan tidak dibuat-buat. Kalau suasana bisa dibuat lebih nyaman, kenapa masih mempertahankan kebiasaan yang membuat orang enggan pulang kampung setiap tahunnya?