Kenapa Kue Lebaran Sering Disimpan di Stoples Transparan?

Stoples transparan membuat otak lebih cepat mengenali jenis kue dari tampilan visualnya.
Melihat kue secara langsung dapat memicu nafsu makan karena respons biologis tubuh.
Transparansi membantu orang menilai kualitas kue dari warna, bentuk, dan teksturnya.
Lebaran identik dengan berbagai macam kue kering. Bagaimana tidak, kue kering seperti nastar, kastengel, hingga putri salju hampir selalu hadir menemani momen silaturahmi. Biasanya, berbagai kue tersebut disusun rapi di dalam stoples dan diletakkan di meja agar mudah dijangkau oleh tamu.
Menariknya, sebagian besar stoples kue Lebaran memiliki satu kesamaan: berbahan bening atau transparan. Sekilas, hal ini mungkin terlihat sekadar soal estetika atau kebiasaan. Namun, tahukah kamu bahwa ada penjelasan sains yang membuat stoples kue Lebaran sering dibuat transparan?
1. Transparansi membuat otak mengidentifikasi makanan lebih cepat

Stoples transparan memungkinkan seseorang melihat isi di dalamnya tanpa harus membuka tutupnya terlebih dahulu. Dari sudut pandang sains, hal ini berkaitan dengan cara otak memproses informasi visual dari lingkungan sekitar. Ketika makanan terlihat jelas, otak dapat langsung mengenali bentuk, warna, dan teksturnya dalam waktu singkat.
Berdasarkan sebuah studi yang terbit dalam jurnal Frontiers in Psychology pada 2020, manusia cenderung memproses rangsangan visual lebih cepat dibanding jenis informasi lainnya. Karena itu, benda atau makanan yang terlihat secara langsung akan lebih mudah diidentifikasi oleh otak. Inilah salah satu alasan mengapa stoples transparan membuat orang dapat dengan cepat mengetahui jenis kue Lebaran yang tersimpan di dalamnya.
2. Melihat makanan bisa memicu nafsu makan

Selain membantu otak mengenali makanan lebih cepat, tampilan makanan yang disimpan dalam stoples transparan juga bisa memengaruhi nafsu makan. Hal ini terjadi karena tubuh manusia merespons rangsangan visual makanan dengan cara tertentu. Ketika seseorang melihat makanan, otak akan memicu berbagai sinyal biologis yang berkaitan dengan rasa lapar.
Ada peningkatan hormon grelin yang dikenal sebagai hormon pemicu nafsu makan. Penelitian yang terbit dalam Obesity Journal pada 2012 menemukan bahwa kadar hormon grelin dapat meningkat ketika seseorang melihat gambar atau visual makanan. Oleh karena itu, makanan yang terlihat jelas, misalnya yang disimpan di stoples transparan, dapat membuat orang lebih mudah tergoda untuk mengambilnya.
3. Otak melihat kualitas makanan lewat mata

Stoples transparan memungkinkan orang melihat kondisi kue secara langsung sebelum mengambilnya. Melalui penglihatan, seseorang dapat menilai warna, bentuk, hingga tekstur makanan yang ada di dalam stoples. Hal ini penting karena penampilan makanan sering menjadi petunjuk awal untuk menilai kualitasnya.
Dalam banyak kasus, mata menjadi indra pertama yang digunakan manusia sebelum mencicipi makanan. Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Eating Behaviors pada 2014, berbagai isyarat visual, seperti warna, bentuk, dan ukuran makanan, dapat memengaruhi bagaimana seseorang menerima dan menilai makanan tersebut. Jadi, kue Lebaran yang terlihat jelas melalui stoples transparan memudahkan seseorang untuk menilai kondisi kue tanpa harus membuka wadahnya terlebih dahulu.
Lebaran tanpa kue kering rasanya seperti sayur tanpa garam. Saat silaturahmi, hal pertama yang kamu lihat di meja ruang tamu sudah pasti berbagai macam varian kue yang disimpan di stoples transparan. Dari banyaknya jenis kue Lebaran, mana yang jadi favoritmu?













![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Ini Kucing yang Cocok Kamu Pelihara](https://image.idntimes.com/post/20230410/pexels-hazan-akoz-isik-751050-f0accad13a699adf83a6016667620d98-666ab675ce820ba8e0a284a7bd659817.jpg)




