Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi seseorang yang merasa sedih
ilustrasi seseorang yang merasa sedih (pexels.com/cottonbro)

Pada umumnya, keluarga menjadi pihak terdekat yang dimiliki seseorang. Ibaratnya, saat seluruh dunia menjauh, hanya ada keluarga yang akan tetap tinggal untuk menemani dan menguatkan. Oleh sebab itu, bukan hal yang mengherankan bila keluarga disebut sebagai harta yang paling berharga, bukan begitu?

Namun demikian, ternyata ada juga lho orang-orang yang malah memilih untuk menjauhi keluarganya, entah itu keluarga inti atau keluarga besar. Mereka memantapkan hati untuk tidak lagi memiliki urusan dengan sosok-sosok yang seharusnya menjadi pihak terdekat tersebut. Nah, sebelum menghakimi pilihan itu, alangkah baiknya bila kamu menahan diri dan membaca dulu beberapa alasan seseorang gak mau lagi berurusan dengan keluarganya.

1. Kerap mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari keluarga

ilustrasi perempuan menangis (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)

Idealnya, keluarga menjadi kumpulan orang-orang yang akan selalu siap menerima kita dalam keadaan apa pun, ya. Sayangnya, tidak semua orang memiliki keberuntungan besar seperti ini. Alih-alih mendapatkan kasih sayang dan cinta yang melimpah, mereka malah diperlakukan secara buruk oleh keluarga.

Situasi semacam ini tentu saja berat. Siapa pun yang mengalaminya pasti akan merasa sangat hancur. Namun, bisa jadi, kehancuran itu akan jauh lebih parah bila tetap mempertahankan segala bentuk interaksi dengan keluarga. Akhirnya, orang-orang ini lebih memilih untuk memutus hubungan, meski harus memberanikan diri berjuang sendirian.

2. Sering jadi pihak yang diandalkan untuk urusan pinjam uang

ilustrasi meminjam uang (pexels.com/Karolina Grabowska)

Tidak dapat dimungkiri bahwa dalam hidup, terkadang ada kalanya mengalami kesulitan ekonomi yang cukup parah. Keadaan ini pun sampai mendesak mereka yang mengalaminya untuk pinjam uang agar bisa terus menyambung hidup. Nah, kalau ada niat mencari pinjaman uang, biasanya keluarga adalah pihak pertama yang akan didatangi. Tujuannya jelas, yaitu pertalian darah diharapkan dapat mengabulkan permintaan dan memberikan keringanan dalam membayar utang tersebut.

Menolong orang yang sedang ditimpa kesulitan seperti ini memang mulia. Namun, bila seseorang selalu menjadi sosok yang diandalkan untuk dipinjam uangnya, apa lagi tidak pernah dikembalikan sesuai perjanjian, tentu rasanya berat. Kalau menagih utang nanti dikira tidak punya belas kasihan pada keluarga, tetapi bila dibiarkan saja juga tidak segera dibayar. Nah, dari pada bikin situasi semakin rumit, akhirnya orang-orang ini memilih untuk tidak lagi berurusan dengan keluarganya agar lebih tenang.

3. Terlalu banyak hal negatif setiap kali berinteraksi dengan keluarga

ilustrasi merasa kesal (pexels.com/Liza Summer)

Alasan terakhir seseorang dengan berat hati memutuskan untuk tidak lagi berurusan dengan keluarga adalah perasaan tidak nyaman. Pasalnya, setiap kali berinteraksi, ada saja hal negatif yang terjadi. Ambil saja contoh saat bertemu pihak keluarga, situasi berubah menjadi kurang menyenangkan karena keluarga punya kebiasaan bergosip tentang orang lain atau menjelekkan anggota keluarga yang lain, serta perilaku buruk lainnya.

Berusaha sabar dalam menghadapi keluarga yang bersikap tidak baik memang perlu. Namun demikian, harus dipahami bahwa pada titik tertentu, amarah tidak lagi dapat dibendung bila sikap mereka selalu buruk. Akibatnya, daripada menyiksa diri, lebih baik memutuskan untuk tidak lagi melakukan interaksi dengan keluarga, kecuali bila benar-benar ada hal penting.

Sebisa mungkin, hubungan dengan keluarga memang harus dijaga agar tetap positif dan erat. Kendati begitu, bila situasinya sudah tidak lagi ideal, malah cenderung selalu menimbulkan kerugian saat dipaksakan terus berinteraksi, maka boleh saja memutus hubungan. Nah, bila kamu bertemu orang seperti ini, pahami alasan seseorang gak mau lagi berurusan dengan keluarganya dan berikan empati agar dirimu tidak asal menghakimi. Bisa jadi, mereka terpaksa menjalani pilihan yang berat tersebut. Mengerti?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team