TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

5 Ciri Calon Menantu Toxic, Blacklist Sebelum Menikah

Seleksi calon menantu dengan benar-benar teliti

ilustrasi bicara (pexels.com/Greta Hoffman)

Karena menikah adalah tentang menyatukan keluarga, maka orangtua juga memiliki hak untuk memilih atau menyeleksi calon menantu. Calon menantu yang baik untuk masuk ke dalam keluarga, harus hati-hati dan teliti dalam melihat karakternya supaya tahu mana yang toxic dan tidak. 

Ada banyak hal yang bisa diperhatikan untuk mengenali calon menantu toxic, mulai dari etikanya saat bertamu, kepekatannya dengan anakmu, topik bahasan yang paling sering, dan lain sebagainya. Satu-persatu cirinya dibahas lebih lanjut pada lima poin di bawah ini. Jadi perhatikan baik-baik, ya! 

1. Terlalu clingy dan bergantung pada anakmu

ilustrasi pasangan (pexels.com/Jonathan Borba)

Jika saat masih berpacaran kamu melihat bahwa calon menantumu terlalu bergantung, itu bisa jadi salah satu ciri kalau dia calon menantu toxic. Terlalu bergantungnya itu bisa dibilang melebihi batas, yang mana ia bergantung pada anakmu dari segi finansial atau bahkan mengandalkannya hampir untuk segala hal. 

Ketergantungan dan kelekatan yang berlebihan seperti ini tidaklah baik untuk hubungan jangka panjang. Karena meskipun menjalin hubungan bukan berarti hidupnya menjadi tanggung jawab anakmu, dan ada baiknya menasihati anakmu pelan-pelan supaya dia sadar jika ternyata dimanfaatkan. 

Baca Juga: 5 Tanda Menantu Idaman bagi Para Mertua, Waktunya Memantaskan Diri!

2. Kurang tahu etika saat berkunjung

ilustrasi orangtua (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Ciri calon menantu toxic lainnya ialah tidak tahu etika ketika berkunjung atau bertamu ke rumah. Yang mana jika etika dasar saat bertamu ke rumah orang saja tidak ia miliki, tentu tidak akan baik jika menikah dengan anakmu dan memiliki anak yang tak diajari etika. 

Sikap-sikap yang menggambarkan kurang etika itu adalah jika bertamu tak tahu waktu, tidak mengucapkan salam, berkeliaran di sekitar rumah sesuka hati. Kalau saat pacaran saja dia tak tahu etika dan tak menghormati orangtua pasangannya, setelah menikah nanti bisa lebih parah. 

3. Terlalu kepo ikut campur urusan keluarga

ilustrasi bicara (pexels.com/SHVETS production)

Terlalu kepo sama urusan keluarga juga merupakan salah satu ciri kalau dia mungkin calon menantu yang toxic. Karena dari bagaimana dia berusaha ikut campur dan kepo sama urusan keluarga tentu sudah kelewat batas. 

Peduli pada keluarga pasangan yang sedang dijerat masalah tentu boleh saja, tapi bukan berarti bisa ikut campur di dalamnya. Kalau dia tahu etika dan batasan, pasti tahu kalau kepo dan ikut campur urusan keluarga yang bersifat privasi tidaklah baik. 

4. Ingin lebih diprioritaskan daripada keluarga

ilustrasi bertengkar (pexels.com/RODNAE Productions)

Jika pasangan anakmu ingin dirinya lebih diprioritaskan dibandingkan keluarga, maka itu merupakan ciri calon menantu toxic. Sudah kelihatan bahwa dari sebelum nikah saja dia sudah berusaha menjauhkan anakmu dari keluarganya, apalagi jika sudah menikah nanti. 

Karena pasti ada saat dimana keluarga membutuhkan dan perlu diprioritaskan dari pasangan, dan orang yang family oriented pasti paham tentang itu. Beda ceritanya kalau calon menantu bukan yang suka dekat dengan keluarga, yang ada nanti dia berusaha mengasingkan keluarga dan merusak hubungan orangtua dan anak. 

Baca Juga: 5 Penyebab Umum Mengapa Ibu Mertua dan Menantu Perempuan Jarang Akur

Verified Writer

afifah hanim

Follow me on instagram: @afifahhanim_lm

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Rekomendasi Artikel

Berita Terkini Lainnya