Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anakmu Takut Bertemu Orang Lain? Begini Cara Mengatasinya
ilustrasi bayi ketakutan (pexels.com/William Fortunato)

Kamu mungkin pernah melihat bahwa beberapa bayi atau balita kerap menunjukkan respons ketakutan seperti menangis, rewel, marah, menghindari kontak mata, atau melarikan diri ketika bertemu dengan orang lain, entah itu keluarga jauh seperti paman, bibi, atau orang asing. Sebenarnya kondisi tersebut normal dan biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia anak.

Ketakutan yang dirasakan oleh bayi tersebut dipicu karena masih terbatasnya kemampuan dia dalam memahami peran orang asing. Meskipun kondisi ini normal dialami anak, kamu juga bisa lakukan beberapa cara untuk membantu anak mengatasi ketakutannya dan berhasil melewati tahap perkembangan ini. Berikut, beberapa tipsnya!

1. Bantu ia agar tetap tenang

ilustrasi ayah menggendong anaknya (pexels.com/Phil Nguyen)

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan membantu anak agar tetap tenang, bisa dengan memberikan gestur perlindungan atau memberi kata-kata yang menghibur. Misalnya, kamu bisa mendekap anakmu dan memastikannya berada dekat denganmu, mengusap punggungnya, dan mengingatkan bahwa dia aman bersamamu.

Selain itu,  Emily Guarnotta, psikolog klinis berlisensi, melansir Choosing Therapy, juga merekomendasikan untuk sejenak menjauhi situasi stres agar anak bisa lebih tenang. Selama kamu mengajaknya menjauh, berikan ia banyak kenyamanan dan beri dukungan fisik serta emosional. Jika sudah dirasa tenang, perlahan-lahan kamu bisa kembali.

2. Perhatikan nada dan bahasa kamu

ilustrasi ibu menenangkan anaknya (pexels.com/Karolina Grabowska)

Selanjutnya, beri validasi atas apa yang dirasakan anakmu. Alih-alih memintanya untuk berhenti menangis atau mengatakan "jangan takut", akan lebih baik jika kamu menunjukkan empati terhadap perasaannya. Biarkan anakmu menerima emosinya bahwa dia tengah merasa takut, sambil terus berusaha membantunya jadi lebih tenang dan aman hingga dia gak merasa takut lagi.

Guarnotta menyarankan untuk menggunakan kalimat yang menunjukkan empati mengenai emosi yang dirasakan anak, lalu beri juga dia kepastian dan pengingat bahwa dia akan baik-baik saja karena kamu ada untuknya. Kamu bisa ungkapkan hal ini, "Kamu takut dengan orang-orang yang ada di sini? Tak apa, mama/papa akan ada di samping kamu sampai kamu merasa lebih baik."

3. Hindari memberi tekanan pada anak

ilustrasi ibu bicara pada anaknya (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Kamu mungkin lelah dengan respons anakmu yang kerap bereaksi berlebih saat bertemu orang lain, dan itu wajar saja. Namun, jangan sampai hal tersebut malah membuatmu memberi tekanan pada anak untuk langsung berubah. Ingatlah bahwa, tiap anak itu berbeda dan dia butuh menyesuaikan diri untuk terbiasa ada di situasi ini.

"Para ahli menyarankan agar jangan mengabaikan kesusahan anak atau menekannya untuk mengendalikan responsnya sebelum waktunya. Menekan anak untuk pergi bersama atau digendong oleh orang asing sebelum ia siap seringkali dapat meningkatkan kecemasan dan membuatnya semakin stres saat bertemu lagi dengan orang asing," jelas Julia Pelly, pakar kesehatan ibu dan anak, melansir healthline.

Jadi, alih-alih memaksanya untuk "jangan takut" akan lebih baik jika kamu terus melatihnya. Ajak anak dan perkenalkan ia kepada orang lain sambil terus berikan ia kenyaman. Anakmu mungkin butuh waktu yang gak sebentar, itu hal wajar, jangan memaksanya terlalu keras.

4. Kelola ekspektasi orang lain

ilustrasi orang tua dengan cucunya (pexels.com/Pixabay)

Terakhir, jika ketakutan yang dialami anakmu tersebut membuat kamu merasa bersalah kepada orang lain, maka sebelumnya kamu bisa beri dulu dia pengertian. Bantu orang tersebut mengelola ekspektasinya dan bicara dulu dengan dia bahwa anakmu mungkin akan menunjukkan respons gak nyaman pada awal perkenalan.

"Kamu bisa juga beri tahu terlebih dahulu kepada mereka tentang kebutuhan anakmu bahwa dia perlu membiasakan dirinya terlebih dahulu di kondisi ini. Selain itu, beri juga saran tentang cara berinteraksi dengan anakmu ketika mereka bertemu," ungkap Pelly.

Selain cara-cara di atas, sebenarnya kamu bisa membiasakan anakmu melihat wajah-wajah baru sedini mungkin agar kelak dia gak merasa takut ketika bertemu orang lain selain keluarganya. Misalnya, mengajaknya jalan-jalan di taman, mal, atau tempat lain di mana anakmu bisa melakukan kontak mata dengan orang lain dan berinteraksi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorKori