Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Default Parent? Peran Orangtua yang Diam-Diam Menguras Energi

ilustrasi anak dan orangtua (pexels.com/panditwiguna)
ilustrasi anak dan orangtua (pexels.com/panditwiguna)

Istilah default parent cukup ramai dibicarakan di media sosial, terutama oleh para orangtua yang merasa kewalahan menjalani pengasuhan. Banyak yang baru menyadari peran ini setelah rutinitas harian terasa semakin melelahkan. Jika kamu sering merasa harus mengurus semuanya sendiri, bisa jadi kamu sedang berada di posisi ini.

Peran default parent sering terbentuk secara perlahan dan dianggap wajar. Mulai dari urusan anak hingga kebutuhan rumah tangga, semuanya otomatis mengarah pada satu pihak. Yuk, kenali lebih jauh apa itu default parent dan dampaknya bagi keluarga.

1. Apa itu default parent?

ilustrasi ibu dan anak
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/ellyfairytale)

Default parent adalah orangtua yang secara otomatis menjadi pengasuh utama dalam keluarga. Peran ini mencakup pengambilan keputusan soal anak, urusan rumah tangga, hingga kebutuhan pengasuhan sehari-hari. Tak hanya itu, default parent juga sering memikul beban emosional seluruh anggota keluarga.

Menariknya, peran ini kerap terbentuk tanpa disadari dan berjalan begitu saja dalam rutinitas harian. Seiring waktu, beban yang terus menumpuk bisa memicu rasa bersalah, lelah, bahkan frustrasi. Tak jarang, default parent merasa harus selalu sempurna karena semua tanggung jawab mengarah padanya.

“Terkadang, menjadi default parent adalah pilihan yang disengaja dan disepakati oleh kedua pasangan. Namun, dalam banyak kasus, peran ini terbentuk secara tidak sadar,” jelas Bridget Jones, PsyD, psikolog klinis berlisensi, dikutip dari Parents.

2. Ibu paling sering berada di posisi default parent

ilustrasi ibu dan anak memeriksa buah (pexels.com/pavel-danilyuk)
ilustrasi ibu dan anak memeriksa buah (pexels.com/pavel-danilyuk)

Dalam banyak keluarga, ibu paling sering berada di posisi default parent, termasuk mereka yang tetap bekerja di luar rumah. Peran ini kerap terbentuk karena ibu dianggap lebih sigap dan terbiasa mengurus kebutuhan anak sehari-hari. Akibatnya, tanggung jawab pengasuhan pun secara alami lebih banyak mengarah pada ibu.

Studi The Ohio State University yang dikutip ScienceDaily menunjukkan bahwa meski sama-sama bekerja, ibu masih menanggung porsi pengasuhan yang lebih besar dibanding ayah. Alih-alih berbagi peran secara setara, tanggung jawab ini kerap menumpuk pada ibu dan berdampak pada kualitas hubungan pernikahan.

“Meskipun ibu dan ayah memiliki keterbatasan pekerjaan yang serupa, para ibu tetap menginvestasikan waktu yang jauh lebih besar untuk pengasuhan,” kata Letitia Kotila, penulis utama penelitian di The Ohio State University, dikutip dari laman yang sama.

3. Apa saja tanggung jawab default parent?

ilustrasi ibu bersama anak (pexels.com/pnwprod)
ilustrasi ibu bersama anak (pexels.com/pnwprod)

Default parent biasanya memikul hampir seluruh urusan pengasuhan, mulai dari kebutuhan harian, kesehatan, hingga sekolah anak. Menurut Olivia Bergeron, LCSW, PMH-C, seorang psikoterapis, dikutip dari Parents, peran ini bukan hanya soal mengatur logistik, tetapi juga kesiapan mental yang terus berjalan. Inilah sebab mereka sering diandalkan saat ada masalah.

Selain itu, beban emosional default parent kerap tak terlihat. Anak cenderung menahan emosi di luar rumah dan meluapkannya pada orangtua yang paling mereka percaya. Karena merasa aman, default parent pun menjadi tempat utama anak menumpahkan lelah dan perasaan.

Menurut Bridget Jones, jika kamu berada di posisi ini, besar kemungkinan tanggung jawabmu mencakup banyak hal berikut:

  • Menentukan atau menyediakan pengasuhan anak, termasuk menjadi orangtua di rumah
  • Menjadi kontak darurat untuk sekolah atau kegiatan anak
  • Mengelola sebagian besar pekerjaan rumah tangga atau mendelegasikannya
  • Menjaga kesejahteraan emosional anak dan menjadi tempat pertama mereka bercerita
  • Mendampingi anak mengerjakan tugas sekolah
  • Menjadwalkan dan mengurus janji dokter
  • Mengantar anak ke berbagai aktivitas
  • Bangun di malam hari saat anak membutuhkan
  • Menemani anak di rumah ketika sakit

4. Dampak default parent terhadap kesehatan fisik dan mental

ilustrasi grocery shopping bersama keluarga (pexels.com/gustavofring)
ilustrasi grocery shopping bersama keluarga (pexels.com/gustavofring)

Menjadi default parent sering membuat seseorang merasa menanggung masa depan anak sendirian. Bridget Jones menjelaskan, beban mental ini makin berat saat anak mengalami masalah emosional, mental, atau fisik karena hampir semuanya diurus satu orang. Dampaknya terasa pada kesehatan pada fisik dan mental berikut ini:

  1. Perawatan diri terabaikan
    Default parent tak hanya memikul beban mental, tetapi juga emosi keluarga. Jones menyebut, banyak dari mereka kehabisan waktu dan energi untuk self care sehingga pemulihan fisik dan emosional kerap tertunda.
  2. Risiko stres dan burnout meningkat
    Minim waktu untuk diri sendiri membuat default parent rentan stres berkepanjangan dan burnout. Olivia Bergeron menegaskan, menanggung beban emosional sendirian terasa melelahkan dan bisa memicu konflik keluarga.
  3. Kesehatan fisik ikut terdampak
    Kurang tidur, pola makan tak teratur, dan minim aktivitas fisik jadi masalah umum. Menurut Jones, ini terjadi karena kebutuhan anak selalu diprioritaskan. Dikutip dari Parents, Aubrey Carpenter, PhD, seorang psikolog, mengingatkan bahwa pengasuhan yang tidak seimbang dapat memicu kecemasan, depresi, hingga masalah hubungan.

Menyadari peran sebagai default parent adalah langkah awal untuk membangun pembagian pengasuhan yang lebih adil. Sebab, orangtua juga butuh didukung agar keluarga bisa tumbuh bersama secara sehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in Life

See More

[QUIZ] Dari Tokoh Upin dan Ipin, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega

17 Jan 2026, 09:30 WIBLife