Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah THR Harus Diberikan kepada Semua Anak yang Datang?

Apakah THR Harus Diberikan kepada Semua Anak yang Datang?
ilustrasi uang THR (pexels.com/Defrino Maasy)
Intinya Sih
  • THR saat Idul Fitri merupakan bentuk sedekah sukarela, bukan kewajiban, sehingga setiap orang bebas menentukan kepada siapa dan berapa jumlah yang ingin diberikan.
  • Pemberian THR sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan finansial agar tidak membebani keuangan pribadi dan tetap menjaga semangat berbagi secara ikhlas.
  • Membatasi pemberian THR membantu mencegah perilaku anak-anak yang hanya fokus berburu uang, sekaligus menjaga makna silaturahmi dan kebersamaan di hari raya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ketika hari raya Idul Fitri tiba, suasana rumah biasanya akan menjadi lebih ramai dari biasanya. Banyak keluarga, teman, atau anak tetangga yang datang berkunjung, bersalaman, dan meminta THR kepada kita yang notabene adalah orang dewasa. Momen ini memang sekilas terlihat lucu dan seru, tapi kadang juga membuat sebagian orang bertanya-tanya apakah setiap anak yang datang ke rumah harus selalu diberi THR?

Apalagi jika jumlah anak yang datang juga cukup banyak dan sangat random, misalnya dari komplek perumahan atau kampung sebelah. Nah, kalau kamu memiliki kebingungan yang sama akan hal ini, kamu bisa menyimak beberapa alasan yang dibagikan dalam artikel ini. Yuk, baca penjelasan lengkapnya di bawah ini ya!

1. THR merupakan bentuk sedekah yang dilakukan secara sukarela

ilustrasi memberikan THR
ilustrasi memberikan THR (pexels.com/Defrino Maasy)

THR yang diberikan kepada anak-anak saat hari raya Idul Fitri pada dasarnya merupakan bentuk sedekah atau pemberian hadiah yang dilakukan secara sukarela. Tradisi ini berkembang di masyarakat sebagai cara untuk berbagi kebahagiaan di momen spesial. Karena konsepnya sejak awal adalah sedekah, maka THR tidak boleh dianggap sebagai kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap orang dewasa.

Selain itu, karena sifatnya sukarela, setiap orang memiliki kebebasan untuk menentukan apakah dia ingin memberi, kepada siapa, dan dalam jumlah berapa. Memahami THR sebagai sedekah juga membantu menjaga makna utamanya yaitu sebagai bentuk kebaikan hati dari seseorang. Jika pemberian ini dianggap wajib, maka nilai keikhlasan dan semangat berbagi dapat berkurang karena orang yang memberi hanya akan merasa terpaksa serta tertekan.

2. Menyesuaikan dengan kemampuan finansial pemberi

ilustrasi uang THR
ilustrasi uang THR (pexels.com/Ahsanjaya)

Tidak semua orang memiliki kondisi ekonomi yang sama persis, sehingga kemampuan untuk berbagai saat momen lebaran juga akan beragam. Jika seseorang harus memberi kepada setiap anak yang datang atau berkunjung ke rumah, maka jumlah pengeluaran bisa menjadi cukup besar. Hal ini juga bisa membuat kondisi keuangan di hari raya membengkak di luar perencanaan yang mungkin sudah dianggarkan sebelumnya.

Agar terhindar dari hal-hal tersebut, sebaiknya berikan THR hanya kepada keluarga inti atau yang membutuhkan. Beberapa diantaranya seperti adik kandung, sepupu, dan keponakan. Dengan mempertimbangkan kondisi keuangan pribadi dan siapa saja yang pantas untuk diberi THR, seseorang dapat tetap berpartisipasi dalam tradisi berbagi tanpa merasa terbebani sedikit pun.

3. Memutus perilaku "berburu THR" yang sering terjadi pada anak

ilustrasi memberikan uang THR pada anak
ilustrasi memberikan uang THR pada anak (pexels.com/www.kaboompics.com)

Membatasi pemberian THR dapat membantu memutus perilaku “berburu THR” yang kadang muncul di kalangan anak-anak saat lebaran. Di beberapa tempat, anak-anak biasanya akan datang dari rumah ke rumah dengan tujuan utama mengumpulkan uang, bukan untuk bersilaturahmi. Kebiasaan ini bisa berpotensi menggeser makna kunjungan hari raya dari kegiatan sosial menjadi kesempatan untuk sekedar mendapatkan uang.

Jika semua anak yang datang ke rumahmu diberi THR, perilaku tersebut bisa dianggap mereka sebagai sesuatu yang wajar. Tak hanya itu, anak-anak juga bisa kurang memahami esensi atau nilai kebersamaan, sopan santun, dan tujuan silaturahmi yang sebenarnya. Dengan membatasi dan memilih siapa saja yang berhak menerima THR, orang dewasa dapat membantu menjaga fokus utama di momen lebaran seperti saling memaafkan dan berkumpul bersama keluarga.

Dengan mengetahui beberapa alasan di atas, kamu diharapkan semakin memahami bahwa pemberian THR kepada anak-anak saat Idul Fitri bukanlah kewajiban yang harus dilakukan secara terus-menerus. Tradisi ini sebaiknya dijalankan secara bijak, penuh keikhlasan, dan menyesuaikan kemampuan setiap orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us