Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Belum Punya Momongan? Jangan Galau, Ini 5 Hal yang Bisa Kalian Lakukan

Belum Punya Momongan? Jangan Galau, Ini 5 Hal yang Bisa Kalian Lakukan
ilustrasi keluarga (pexels.com/Andreas Wohlfahrt)

Meski gak semuanya, tapi kebanyakan orang setelah menikah, berharap akan dikaruniai buah hati. Hal ini kemudian memunculkan tekanan sosial sendiri, bagi pasangan yang belum punya momongan. Terkadang, karena gak tahan dengan berbagai omongan orang, permasalahan keturunan ini jadi sumber cekcok antara kamu dan pasangan.

Semestinya, gak harus seperti itu, kalau kamu dan pasangan bisa bersikap lebih dewasa dalam memandang persoalan anak ini. Karena yang menentukan, kan, Tuhan. Sekalipun kalian sudah berusaha mati-matian, tapi kalau Tuhan belum berkehendak, mau dikata apa?

Maka dari itu, daripada galau dan hubungan pernikahan jadi rusak akibat belum dikaruniai kehadiran momongan, mending isi waktu kalian dengan hal-hal berikut ini. Let's take a look!

1. Memelihara hewan

ilustrasi kucing (pexels.com/Cats Coming)
ilustrasi kucing (pexels.com/Cats Coming)

Tinggal hanya berdua dalam satu atap, memang kadang membuat kalian jadi kesepian. Untuk mengatasinya, sementara kalian belum diberi keturunan, bisa mengambil alternatif dengan memelihara hewan.

Ya, hitung-hitung latihan ketika nanti sudah hadir buah hati yang ditunggu-tunggu. Karena memelihara hewan itu juga gak mudah, lho. Perlu dirawat dengan telaten, diberi kasih sayang, dan berbagai tanggung jawab yang menyertainya.

2. Lakukan traveling

ilustrasi pasangan traveling (pexels.com/Vanessa Garcia)
ilustrasi pasangan traveling (pexels.com/Vanessa Garcia)

Bahagia, ditentukan oleh kalian sendiri. Belum punya anak, gak mesti kehidupan pernikahan jadi sepi dan membosankan. Banyak hal seru, kok, yang bisa kalian lakukan. Salah satunya traveling.

Mumpung belum ada momongan, kalian bisa mencoba berbagai tempat menarik, yang mungkin akan sulit kalau dikunjungi ketika sudah berkeluarga nanti. Selain itu, kamu dan pasangan pun bisa lebih luwes dalam menentukan waktunya.

3. Mencurahkan cinta kasih ke anak yang kurang beruntung

ilustrasi anak-anak (pexels.com/Kindel Media)
ilustrasi anak-anak (pexels.com/Kindel Media)

Cinta kasihmu terhadap anak-anak, gak harus dilimpahkan pada keturunan sendiri, bukan? Saat ini ada banyak anak yang kurang beruntung, dan berharap cinta kasih orangtua. Bisa, kan, kalian jadi orangtua asuh mereka?

Siapa tahu, dari doa-doa mereka yang tulus, Tuhan akan mengabulkan harapan kalian. Bisa mendapatkan buah hati yang lucu, yang selama ini selalu kalian rindukan kehadirannya.

4. Mencurahkan kasih sayang pada orangtua

ilustrasi orang tua (pexels.com/RODNAE Productions)
ilustrasi orang tua (pexels.com/RODNAE Productions)

Saat punya anak, mau tak mau, kalian jadi lebih sibuk. Sehingga, waktu berkunjung ke orangtua jadi berkurang.

Salah satu hal yang bisa kalian lakukan ketika belum memiliki momongan, adalah sering-sering mengunjungi orangtua. Mengobrol, mengajak mereka jalan-jalan, dan banyak aktivitas menyenangkan lainnya.

5. Benar-benar menikmati hidup

ilustrasi pasangan (pexels.com/cottonbro)
ilustrasi pasangan (pexels.com/cottonbro)

Belum memiliki buah hati, gak berarti kalian jadi pasangan gagal. Karena sukses tidaknya pernikahan, bukan ditentukan dengan ada atau enggaknya anak dalam rumah tangga kalian.

Tanpa kehadiran anak pun, kalian tetap bisa menikmati hidup. Daripada memikirkan yang kalian gak miliki, mending syukuri yang saat ini sudah jelas-jelas ada. Kalian bisa lebih memusatkan perhatian pada karier, mengambil studi lanjutan, mendalami hobi, dan masih banyak hal positif dan menyenangkan lainnya.

Jangan biarkan orang-orang yang sama sekali gak bertanggung jawab terhadap hidupmu, menghancurkan pernikahan yang sedang dijalani, akibat omongan yang tidak mengenakkan perihal keturunan. Toh, adanya anak, juga gak menjamin mulut mereka akan bungkam. Kalau dasarnya senang mengomentari hidup orang lain, pasti ada saja yang akan mereka usik. Jadi, abaikan, dan pusatkan saja pada kebahagiaan kalian sendiri!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tania Stephanie
EditorTania Stephanie
Follow Us