Nikah masih sering dipahami sebagai momen sakral yang urusannya tidak sekadar soal janji, tetapi juga biaya yang nyata dan tidak sedikit. Di banyak keluarga, pembahasan biaya nikah kerap muncul sejak awal, bahkan sebelum tanggal ditentukan. Ada anggapan lama bahwa pihak laki-laki seharusnya menanggung hampir seluruh kebutuhan acara. Di sisi lain, kondisi hidup sekarang membuat pembagian biaya terasa lebih relevan untuk dibicarakan secara terbuka.
Perubahan gaya hidup, kebutuhan yang makin kompleks, serta ekspektasi yang berbeda ikut memengaruhi cara pasangan memandang urusan ini. Tanpa perlu membandingkan atau menghakimi pilihan siapa pun, pembahasan soal biaya nikah memang layak dilihat dari sudut pandang kehidupan sehari-hari. Berikut penjelasan yang bisa menjadi gambaran sebelum sampai pada kesepakatan bersama.
