Ilustrasi membacakan buku cerita pada anak (freepik.com/wavebreakmedia_micro)
Kebiasaan membaca buku pada anak perlu dibangun sejak dini. Manfaatnya pun tidak sebatas pada peningkatan kemampuan teknis seperti dapat memahami kata atau teks, tetapi juga berdampak pada perkembangan emosional si kecil. Maya menjelaskan, anak yang terbiasa membaca atau dibacakan buku oleh orangtuanya cenderung menunjukkan kemampuan mengelola emosi yang positif.
"Ada juga anak yang dengan membaca buku, dia lebih percaya diri, karena dia seolah-olah dia merasa tahu banyak hal. Jadi ketika dia mengobrol, dia lebih pede, kosak katanya jadi lebih banyak, komunikasinya jadi lebih bagus, karena diajak sering diskusi tentang buku," ujar Maya.
Manfaat lain, anak jadi memiliki proses berpikir yang lebih runtut dan terarah. Mereka memahami apa yang ingin disampaikan, serta mampu menyusun gagasan dengan lebih kritis. Dengan bekal pengetahuan yang dimiliki, si kecil juga memiliki dorongan untuk mengeksplorasi dunia secara lebih luas, sebab ia punya rasa ingin tahu.
"Yang paling penting dari kegiatan membaca adalah mengasah proses berpikir anak. Itu yang mungkin sekarang jarang. Maksudnya, anak-anak itu diajak mikir, anak-anak sekarang kan kebiasaan instan, apa-apa informasi mudah didapat, jarang diajak mengobrol, jarang diajak menyampaikan pendata, jarang menyamapaikan argumentasi, diajak mikir mendalam," terang Maya.
Maya juga menekankan, meningkatkan kemampuan literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca. Akan tetapi, membangun pemahaman secara komprehensif terhadap suatu informasi. Untuk itu, selepas membaca, anak perlu diajak untuk berdiskusi. Dialog dengan anak ini menjadi bagian yang krusial untuk menumbuhkan daya pikir kritis.
Maya menekankan pentingnya orangtua mengajak anak berdialog setelah selesai membaca, "Kita mengajak mereka baca, kemudian diskusi. Itu tuh mereka kemampuan berpikir jadi lebih tajam. Kemampuan berpikir inilah yang akhirnya membentuk banyak aspek dalam dirinya".
"Intinya dari kempuan berpikir itu, mereka jadi lebih bisa memunculkan potensi terbaiknya. Lebih bisa percaya diri dan bisa membentuk kualitas dirinya itu lebih baik. Apa itu kualitasnya? Setiap anak berbeda-beda," tambah Maya.