7 Bahaya Anak Bermain di Luar Rumah Tanpa Pengawasan Orangtua

- Kecelakaan bisa terjadi, seperti anak jatuh ke selokan atau tertabrak kendaraan.
- Anak rentan diincar predator seksual saat bermain di luar rumah tanpa pengawasan orangtua.
- Anak bisa berperilaku berbeda dan terpengaruh buruk teman saat bermain di luar rumah.
Anak memang sebaiknya memiliki pengalaman bermain di luar rumah. Tentu dengan mempertimbangkan usia dan kesiapannya. Anak yang masih batita lebih aman bermain di dalam rumah saja. Lingkungan kecil yang sudah dikenalnya dengan baik.
Menginjak umur empat tahun, anak sudah dapat mulai bermain di luar. Akan tetapi, wajib dengan pengawasan orang dewasa yang tepercaya. Utamanya orangtua atau pengasuh anak lainnya.
Jangan pernah membiarkan anakmu bermain di luar rumah tanpa diawasi. Bahkan saat usianya sudah 10 atau 12 tahun. Meski area jelajahnya masih di sekitar rumahmu. Ada banyak bahaya anak bermain di luar rumah tanpa pengawasan orangtua. Tingkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
1. Kecelakaan

Kecelakaan tidak hanya bisa terjadi antara anak dengan kendaraan yang melintas. Kecelakaan lain misalnya, anak jatuh ke selokan yang cukup dalam dan mengalami patah tulang. Kalau masih ada sungai di sekitar, anak juga dapat tenggelam.
Anak berbeda dengan orang dewasa yang lebih berhati-hati. Anak-anak bila sudah main bisa lupa segalanya. Anak juga dapat menyebabkan kecelakaan pada orang lain. Seperti pengendara motor yang kaget berusaha menghindari anak sampai terjatuh kemudian tertabrak kendaraan lain.
2. Diincar predator anak

Maraknya kasus kekerasan seksual pada anak mewajibkan orangtua untuk lebih waspada. Tidak semua orang dewasa punya kesadaran untuk melindungi anak-anak. Justru ada orang dewasa yang memanfaatkan kepolosan anak.
Apalagi saat pelaku melihat anak bermain di luar rumah tanpa pengawasan orangtua. Ini seperti lampu hijau buatnya melancarkan aksi. Bila ada orangtua di tempat, predator anak mendekat pun tidak berani. Ingat, pelaku kekerasan seksual pada anak bahkan sering kali masih dari orang di sekitar rumah.
3. Penurut di rumah, nakal di luar

Jangan sampai orangtua keliru mengenal anak sendiri. Di rumah anakmu bisa terlihat sangat manis. Ia menurut padamu serta pasangan. Akan tetapi, gak ada jaminan anak berperilaku sama ketika di luar rumah.
Apalagi saat ia asyik bermain bersama teman-teman. Ulahnya di luar rumah boleh jadi jauh sekali dari bayanganmu. Seperti anak bermain hingga mengotori teras rumah orang lain dan merusak tanamannya. Jauh dari pengawasan orangtua dapat membuat anak lepas kontrol.
4. Pengaruh buruk teman

Bukannya berburuk sangka pada kawan-kawan anak. Namun, setiap anak membawa sifat serta buah pendidikan dari rumah masing-masing. Kamu barangkali sudah berusaha mendidik anak sebaik mungkin di rumah. Hanya saja tetap tidak mudah baginya melawan pengaruh kawan yang kurang baik.
Terlebih tak ada dirimu atau pasangan yang menjadi pengingatnya. Anak dapat dengan gampang mengikuti ucapan dan perbuatan teman. Pulang-pulang kamu kaget mendengar anak dengan entengnya mengucapkan kata-kata kotor atau menabok adiknya. Padahal, biasanya dia tidak seperti itu.
5. Jajan sembarangan

Makin lama anak bermain di luar makin mungkin dia ingin jajan. Bisa minuman atau makanan ringan. Terlebih kamu memberinya uang saku dan bukan bekal air minum serta snack. Pun anak melihat teman-temannya jajan pasti menjadi tergoda.
Namun, seperti diketahui olehmu bahwa tak sedikit jajanan anak yang dijual di luar tidak aman. Jajanan memakai pewarna tekstil, pengawet non-pangan, berbumbu terlalu tajam, atau esnya dari air mentah dan gulanya buatan yang bikin batuk. Anak baru dapat ditahan supaya tidak jajan jika orangtua selalu ada di dekatnya.
6. Lupa waktu

Anak bahkan belum bisa membaca jam dan tidak memakainya. Bagaimana kamu dapat mengharapkannya tahu waktu untuk pulang ke rumah? Begitu izin buatnya bermain di luar diberikan dan dirimu gak mendampingi, anak dapat tak pulang-pulang.
Meski kamu sudah mewanti-wantinya untuk bermain sebentar saja. Tidak ada ukuran yang jelas terkait sebentar. Sebentar versi orangtua bisa sangat berbeda dengan menurut anak. Apalagi ia sedang asyik bermain. Anak telah bermain lama sekali pun baginya dapat terasa terlalu singkat.
7. Pergi terlalu jauh dan tersesat

Anakmu barangkali sudah hafal dengan lingkungan rumah. Seperti satu kompleks perumahan yang menjadi tempat tinggal kalian. Namun, siapa yang bisa menjamin jelajah anak cuma sampai di situ?
Ia dapat pergi lebih jauh ke segala arah. Anak hanya memperturutkan langkah kakinya. Atau, ada sesuatu yang diikuti dan dikejarnya. Contoh, anak mengejar kucing atau ayam.
Tahu-tahu ia telah tiba di tempat yang benar-benar asing. Anak gak tahu jalan pulang dan belum tentu ada orang baik hati yang menemukan serta mengantarnya pulang. Salah-salah anak malah berjumpa orang jahat.
Di Indonesia masih kerap terlihat anak-anak bermain di luar rumah tanpa pengawasan satu pun orangtua. Hindari menormalkan hal ini karena ada banyak bahaya anak bermain di luar rumah tanpa pengawasan orangtua. Jangan sampai setelah anak tertimpa bahaya baru dirimu serta pasangan menyesal atau sibuk menyalahkan orang.


















