Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Mudah IRT Tetap Waras saat Anak Rewel dan Rumah Berantakan

ilustrasi ibu menenangkan anak
ilustrasi ibu menenangkan anak (freepik.com/freepik)

Sebagai ibu rumah tangga, kamu pasti pernah merasa kewalahan saat anak mulai rewel, sedangkan pekerjaan rumah gak ada habisnya. Rasanya baru beresin ruang tamu, tiba-tiba si kecil udah bikin proyek seni di dinding pakai crayon. Di satu sisi kamu pengin tetap sabar dan lembut, tapi di sisi lain emosi mulai naik. Situasi kayak gini sering dialami banyak orang tua, kok.

Kadang gak cuma capek fisik, tapi capek mental karena semuanya datang bersamaan. Tapi tenang, kamu gak sendiri menghadapi hal ini. Banyak banget cara simpel yang bisa kamu coba untuk tetap tenang meski rumah lagi kacau banget. Yuk, cari tahu gimana cara mengelola emosi biar tetap waras saat anak dan pekerjaan rumah datang bersamaan!

1. Sadari bahwa kamu gak harus sempurna

ilustrasi ibu mengurus anak
ilustrasi ibu mengurus anak (freepik.com/freepik)

Pernah gak sih kamu pengin jadi supermom yang bisa beresin semuanya tanpa ngeluh? Tapi, kenyataannya manusia punya batas energi dan waktu. Saat anak mulai rewel sedangkan cucian menumpuk, rasa panik dan kesal itu wajar banget muncul. Tapi harus sadar kalau kamu gak harus jadi sempurna.

Gak masalah kalau rumah agak berantakan atau makan malam harus pesan dari ojek online. Yang penting, kamu masih bisa jaga kewarasan dan anak tetap merasa dicintai. Menurunkan ekspektasi bukan berarti gagal jadi orangtua, tapi ini tanda kamu lebih realistis. Dengan cara ini, tekanan perlahan bisa berkurang, dan kamu lebih tenang menghadapi hari.

2. Atur napas dan beri waktu untuk tenang

ilustrasi menenangkan pikiran
ilustrasi menenangkan pikiran (freepik.com/freepik)

Saat emosi mulai naik, tubuh biasanya kasih sinyal lewat detak jantung yang cepat atau pikiran yang penuh dengan hal negatif. Nah, kalau kamu merasa lagi di momen ini, coba berhenti sebentar dan tarik napas dalam-dalam. Gak perlu lama, cukup lima menit untuk menenangkan diri supaya kamu kembali fokus. Kamu bisa duduk di pojok ruangan, sambil minum air putih atau dengerin lagu yang kamu suka.

Aktivitas sederhana ini ternyata cukup efektif buat atur ulang emosi yang lagi campur aduk. Anak bisa merasakan energi orangtuanya, jadi saat kamu tenang, suasana rumah juga lebih damai. Perlahan, kamu belajar bahwa jeda kecil bikin situasi besar terasa lebih ringan. Kamu juga bisa kembali ke rutinitas dengan pikiran yang lebih jernih.

3. Libatkan keluarga untuk membantu pekerjaan

ilustrasi bersama-sama membersihkan rumah
ilustrasi bersama-sama membersihkan rumah (freepik.com/freepik)

Daripada stres karena pekerjaan rumah yang gak kelar-kelar, lebih baik ajak semua anggota keluarga untuk membantu. Kamu bisa meminta bantuan pasangan atau anak, biasanya mereka senang kalau dilibatkan. Apalagi kalau suasananya dibuat seperti permainan. Kamu bisa menyelesaikan tugas sambil tetap dekat dengan anak dan pasangan.

Ini juga menjadi sarana anak untuk belajar tanggung jawab dan kerja sama sejak dini. Gak perlu terlalu sempurna, yang penting mereka merasa dihargai dan ikut terlibat. Aktivitas bareng kayak gini jadi momen bonding yang menyenangkan di tengah kesibukan. Pekerjaan rumah jadi lebih ringan sekaligus membangun hubungan yang hangat.

4. Buat jadwal fleksibel dan jangan takut minta bantuan

ilustrasi membuat jadwal harian
ilustrasi membuat jadwal harian (freepik.com/freepik)

Kuncinya bukan bekerja lebih keras, tapi cara mengatur waktu yang lebih bijak. Coba buat jadwal harian yang realistis, tapi tetap fleksibel saat kamu menghadapi hal tak terduga dari anak. Jangan ragu menunda tugas yang gak mendesak kalau memang tubuhmu butuh istirahat. Kalau punya pasangan, anggota keluarga, atau teman yang bisa bantu, minta tolong tanpa merasa bersalah.

Kamu gak lagi lomba jadi orangtua paling sibuk di dunia. Dengan kerjasama, semua bisa berjalan lebih lancar dan ringan. Membagi tugas bukan berarti kamu lemah, tapi tahu kapan harus fokus dan kapan perlu bantuan. Dengan cara ini, kamu bisa menjaga keseimbangan antara urusan rumah, anak, dan diri sendiri.

5. Rayakan hal kecil dan apresiasi diri sendiri

ilustrasi menikmati kopi
ilustrasi menikmati kopi (freepik.com/senivpetro)

Karena fokus dengan pekerjaan yang belum selesai sampai membuatmu lupa untuk menghargai diri sendiri. Padahal, berhasil melewati satu hari dengan anak dan rumah yang aman itu termasuk prestasi besar. Coba deh luangkan waktu untuk mengapresiasi usahamu, entah dengan segelas kopi atau menonton drama kesayangan. Hal kecil kayak gini bisa menambah energi positif buat hari berikutnya.

Jangan tunggu semuanya sempurna baru merasa cukup, karena kebahagiaan dimulai dari momen sederhana. Dengan belajar mensyukuri hal kecil, kamu melatih diri untuk lebih tenang menghadapi kekacauan sehari-hari. Kamu udah melakukan hal luar biasa setiap hari. Jadi jangan ragu untuk merayakan pencapaian kecil itu, sekecil apa pun.

Mengelola emosi saat anak dan pekerjaan rumah datang bersamaan memang gak mudah. Tapi bukan berarti kamu gak bisa menghadapinya dengan bijak. Kuncinya ada pada kesadaran diri, keseimbangan, dan berani untuk mengambil jeda. Gak apa-apa kalau kadang kewalahan, itu tanda kamu lagi berproses menjadi lebih kuat.

Dengan menerapkan lima cara ini, kamu bakal terbiasa mengatur ritme tanpa terbebani. Setiap langkah kecil untuk menenangkan diri adalah bentuk cinta untuk dirimu sendiri dan keluarga. Rumah bahagia bukan yang selalu rapi, tapi yang dipenuhi ketenangan dan cinta. Yuk, mulai belajar untuk lebih lembut pada diri sendiri!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Hal Penting yang Perlu Dipikirkan sebelum Hidup bersama Pasangan

01 Des 2025, 06:28 WIBLife