Masa remaja adalah fase penuh perubahan, baik secara emosional maupun sosial. Di tengah tekanan akademik, pergaulan, dan media sosial, anak remaja kerap sulit melihat sisi positif dalam kesehariannya. Di sinilah kebiasaan bersyukur berperan penting sebagai fondasi kesehatan mental yang kuat.
Kabar baiknya, rasa syukur bukanlah sifat bawaan, melainkan kebiasaan yang bisa dilatih. Orangtua memiliki peran besar dalam membantu remaja memulai praktik ini secara sederhana dan konsisten. Berikut beberapa cara efektif yang bisa diterapkan di rumah. Yuk, langsung scroll!
