Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Mempersiapkan Anak Sebelum Masuk Daycare, Cek!
ilustrasi membawa anakke daycare (unsplash.com/Sai De Silva)

Gak banyak orangtua bisa dan sanggup menjaga anak-anak mereka seharian. Ada orangtua pekerja yang mau tidak mau menitipkan anaknya ke daycare atau tempat penitipan anak.

Agar anak terbiasa di daycare, orangtua perlu mempersiapkan anak terlebih ini. Ada beberapa hal yang perlu orangtua lakukan agar anak aman, nyaman, dan gak 'drama' ketika berada di daycare.

1. Pastikan anak sudah diimunisasi sehingga daya tahan tubuhnya kuat

ilustrasi imunisasi (unsplash.com/CDC)

Anak kecil rentan mengalami sakit ketika mereka berada di tempat-tempat asing, termasuk daycare. Untuk itu, jangan lupa memastikan anak mendapatkan imunisasi dasar seperti Hepatitis B, Polio, DTP, Hib, PCV, dan Rotavirus.

Umumnya banyak orangtua menitipkan anak mereka ke daycare setelah cuti melahirkan habis atau di atas 3 bulan. Maka dari itu, ahli di bidang childcare, Teresa Bennett, kepada Start Early menganjurkan orangtua untuk mencari tahu apakah daycare memiliki checklist terkait imunisasi atau pemeriksaan-pemeriksaan tertentu yang harus dilakukan.

2. Bawa anak mengunjungi daycare tersebut

ilustrasi suasana daycare (pexels.com/Ksenia Chernaya)

Prioritas nomor satu yang harus diperhatikan orangtua adalah memastikan sudah memilih daycare yang tepat. Bukan cuma itu, orangtua juga harus memikirkan bagaimana kondisi anak apabila ditinggal secara tiba-tiba.

Untuk mengantisipasi anak yang 'drama' di daycare, coba bawa anak untuk mengunjungi tempatnya bersama-sama. Dilansir Start Early, usahakan mengajak anak bertemu dengan pengasuh di daycare. Jangan lupa ajak anak berkeliling daycare dan bermain di sana agar anak terbiasa dengan lingkungan baru. Bila perlu lakukan trial selama 1-2 hari dengan pendampingan orangtua.

3. Beritahu pada anak bahwa ia akan berada di daycare dan orangtua akan menjemputnya kembali

ilustrasi ibu dan anak (unsplash.com/Colin Maynard)

Ada masanya anak selalu mengikuti ke mana pun orangtuanya pergi. Jangan bosan sounding ke anak bahwa ia akan berada di daycare.

Dalam Start Early, Teresa juga mengatakan agar orangtua meyakinkan anak bahwa kegiatan di daycare akan menyenangkan. Katakan juga bahwa orangtua akan menjemputnya kembali di sore atau malam hari.

4. Jangan bersembunyi, tapi buatlah ritual perpisahan lewat perkataan atau gesture tubuh

ilustrasi bayi (unsplash.com/Troy T)

Jangan pergi secara diam-diam atau bersembunyi. Akan lebih baik anak tahu kapan orangtuanya pergi dan datang kembali.

Ciptakan rutinitas baru di rumah sebelum memulai daycare, misalnya sengaja memandikan atau menyiapkan semua kebutuhan anak. Dengan begitu, anak akan mengerti dan memahami bahwa ia sangat diperhatikan oleh orangtua.

Teresa juga mengatakan untuk membuat rutinitas atau ritual perpisahan. Bentuknya bisa pelukan, high five, mencium, dan mengucapkan salam. Rutinitas tersebut membantu anak untuk mengatur emosi sehingga lebih tenang apabila tidak bersama orangtua.

5. Selalu sediakan waktu untuk bermain dengan anak baik sebelum ke daycare atau setelah menjemputnya pulang

ilustrasi orangtua dan anak (unsplash.com/Edward Cisneros)

Dilansir Raising Children Network (Australia), orangtua bisa mengajak anak untuk membaca buku atau mendongeng. Dengan membaca buku, anak akan mengerti berbagai macam emosi dan hal-hal yang mungkin belum pernah dilakukan sebelumnya.

Orangtua bisa memilih topik-topik khusus tentang perpisahan tapi dibaca dengan cara yang menyenangkan. Selain mengembangkan emosi anak, rutinitas ini bisa menguatkan bonding antar anak dan orangtua.

Selain cara-cara di atas, orangtua jangan lupa untuk menyiapkan semua kebutuhan anak dari baju hingga obat. Orangtua juga harus siap mental berpisah sejenak dengan anak, nih saat anak harus masuk ke daycare.

Editorial Team