Masa remaja adalah periode penuh perubahan yang sering kali memicu konflik, baik dengan diri sendiri maupun orang lain. Perubahan emosi, cara berpikir, dan kebutuhan akan kemandirian membuat remaja rentan mengalami gesekan. Karena itu, keterampilan menangani konflik perlu diajarkan sejak dini agar mereka tumbuh lebih siap menghadapi tantangan sosial.
Tanpa bekal yang tepat, konflik bisa berdampak pada kesehatan mental dan hubungan jangka panjang. Sebaliknya, cara menyelesaikan konflik yang sehat dapat membantu remaja menjadi pribadi yang lebih dewasa. Berikut cara menangani konflik yang wajib diajarkan pada remaja.
