Banyak orang mengatakan bahwa menikah bukanlah halangan untuk terus berkembang sebagai individu. Namun, dalam praktiknya, banyak tuntutan kehidupan keluarga yang membuat kita sulit berkembang. Di satu sisi, ada dorongan untuk belajar hal baru, mengejar karier, atau memperbaiki kualitas diri. Di sisi lain, keluarga juga butuh waktu, perhatian, dan kehadiran yang utuh. Tak jarang, dua hal ini terasa saling berseberangan.
Padahal, mengembangkan diri bukan berarti harus mengabaikan keluarga. Dengan pendekatan yang lebih seimbang, keduanya justru bisa saling mendukung. Kuncinya ada pada cara mengatur prioritas, komunikasi, dan ekspektasi yang realistis. Untuk kamu yang sedang bimbang menghadapi dua hal ini, ini dia cara mengembangkan diri tanpa mengabaikan keluarga.
