- menyimpan peralatan makan yang bersih,
- memasukkan pakaian ke dalam keranjang cucian,
- mencocokkan kaus kaki.
6 Cara Menjaga Rumah Tetap Bersih dan Rapi meski Punya Anak Kecil

- Tetapkan ekspektasi realistis dan jadwal bersih-bersih agar rumah tetap terkelola tanpa bikin stres.
- Terapkan aturan mainan sederhana dan libatkan anak sesuai usia agar mereka terbiasa bertanggung jawab.
- Jadikan bersih-bersih sebagai permainan dan imbangi dengan aktivitas luar rumah agar rumah tidak cepat berantakan.
Bagi banyak orang, rumah yang bersih merupakan sumber ketenangan hati dan pikiran. Sayangnya, di rumah yang terdapat anak kecil, menjaga rumah selalu bersih terasa hampir mustahil. Ya, mainan yang berserakan di setiap sudut rumah, makanan yang jatuh, pewarna yang mengenai lantai, sampai tanah dan kotoran yang dibawa anak dari luar, semuanya bisa membuat rumah kotor sepanjang waktu.
Meski begitu, bukan berarti kamu harus pasrah dan membiarkan rumah selalu kotor. Justru, ini seharusnya menjadi momen untuk mengajarkan anak tentang kebersihan. Yuk, kita lihat beberapa cara menjaga rumah tetap bersih saat ada anak-anak di dalamnya.
1. Bersikap realistis

Pertama-tama, ketahuilah bahwa mengharapkan rumah yang selalu bersih dengan segala sesuatu tersimpan di tempatnya setiap saat jadi hal yang tidak realistis. Dalam hal ini, memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi hanya akan membuatmu kecewa dan frustrasi. Saat melihat mainan yang berceceran atau noda minuman yang tumpah mengenai lantai, ingatlah bahwa kekacauan ini hanya sementara. Anak sangat cepat besar dan kamu akan merindukan momen-momen saat mereka masih kecil. Ketika kamu merasa kewalahan, cobalah ingat bahwa kekacauan itu pada akhirnya akan dibersihkan. Selain itu, memarahi anak tidak akan mengubah segalanya.
2. Jadwalkan pembersihan

Membersihkan rumah terus-menerus tidak akan membuatmu puas. Sebaliknya, ini akan membuatmu merasa frustrasi dan lelah terus-menerus. Jangan sampai obsesi punya rumah bersih dan rapi membuat seluruh hidupmu diambil alih oleh pekerjaan rumah tangga! Jadi, akan sangat membantu jika kamu menjadwalkan waktu-waktu tertentu untuk bersih-bersih. Ini lebih baik daripada terus-menerus bertanya-tanya bagaimana cara menjaga rumah tetap bersih.
Beberapa area perlu lebih sering dibersihkan daripada yang lain. Area dapur, misalnya, perlu dibersihkan setiap malam setelah makan malam. Di sisi lain, pembersihan yang lebih menyeluruh bisa dilakukan setiap seminggu sekali.
3. Tetapkan aturan mainan

Sedini mungkin, coba terapkan aturan bahwa satu mainan harus disimpan sebelum mainan lain dikeluarkan. Hanya mengeluarkan satu mainan dalam satu waktu dan membiasakan diri untuk menyimpan sesuatu sebelum mengambil yang lain jadi cara efektif untuk mencegah area bermain menjadi berantakan. Anak kecil harus sering-sering diingatkan dan membutuhkan banyak bantuan. Namun, hal ini akan membuahkan hasil dalam jangka panjang jika dijadikan kebiasaan keluarga yang konsisten.
4. Libatkan anak-anak, termasuk yang masih kecil

Anak-anak mendapatkan banyak manfaat dari belajar berkontribusi pada rumah tangga sejak dini. Biasakan mengajari anak-anak cara melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan usianya. Lebih bagus lagi jika tugas-tugas tersebut diulang setiap minggu karena mereka akan semakin cepat dan mahir melakukannya. Berikut beberapa tugas rumah sederhana yang bisa dilakukan anak-anak sesuai usia mereka.
Usia 2 tahun:
Usia 4 tahun:
- membersihkan mainan,
- menata meja makan,
- membersihkan meja bermain.
Usia 7 tahun:
- membuang sampah,
- mengumpulkan handuk/keset untuk dicuci.
5. Buat anak-anak menganggap bersih-bersih rumah sebagai permainan

Anak-anak memang harus diajarkan untuk bertanggung jawab atas pekerjaan rumah. Nah, menjadikan bersih-bersih sebagai permainan atau kompetisi jadi cara yang bagus untuk melakukannya. Sebagai contoh, buat kompetisi siapa yang bisa membersihkan debu dengan paling baik atau cepat. Dengan begitu, anak-anak akan makin bersemangat melakukan pekerjaan rumah tangga.
6. Ajak anak bermain di luar rumah

Agar rumah tidak selalu kotor dan berantakan, sesekali ajaklah anak-anak bermain di luar rumah, misalnya dengan berjalan-jalan di sekitar rumah, bermain di halaman belakang, atau mengunjungi museum. Selain menjaga rumah tetap rapi, mengajak anak-anak beraktivitas di luar juga memberikan banyak manfaat lain bagi mereka. Aktivitas seperti ini bisa mengurangi stres, mencegah obesitas, mengembangkan keterampilan sosial, dan meningkatkan kepercayaan diri.
Menjaga rumah tetap bersih meski ada anak-anak ternyata bisa kamu upayakan. Ingat, rumah yang bersih bukan tentang kesempurnaan, tetapi tentang ketenangan pikiran. Jadi, jangan sampai obsesi memiliki rumah bersih dan rapi membuatmu jadi stres. Tetapkan ekspektasi yang realistis dan lakukan yang kamu bisa.



















