Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Cara Merespons Bullying dari Anggota Keluarga, Tetapkan Batasan!

6 Cara Merespons Bullying dari Anggota Keluarga, Tetapkan Batasan!
ilustrasi makan bersama keluarga (pexels.com/nicolemichalou)

Terkadang, pandangan umum mengenai perundungan terfokus pada lingkungan sekolah atau tempat kerja. Padahal, perundungan di dalam keluarga juga bisa menjadi kenyataan yang sulit dihadapi. Dalam lingkungan keluarga, individu yang melakukan perundungan bisa saja merupakan saudara kandung, orangtua, bibi, paman, kakek, nenek, anak dewasa, atau bahkan salah satu mertua.

Jika menjadi korban perundungan oleh anggota keluarga, ada langkah-langkah yang bisa diambil untuk mengakhiri perilaku tersebut atau melindungi diri dari dampaknya. Cari tahu cara merespons bullying dari anggota keluarga melalui artikel di bawah ini biar kondisi mentalmu tetap terjaga!

1. Berusahalah untuk tidak diambil hati

ilustrasi makan bersama keluarga (pexels.com/askarabayev)
ilustrasi makan bersama keluarga (pexels.com/askarabayev)

Usahakan untuk tidak mengambilnya secara pribadi ketika menghadapi perilaku bully dari anggota keluarga. Dilansir Real Simple, Zlatin Ivanov, MD, seorang psikiater, menegaskan, meskipun merespons dengan tenang tidak selalu mudah, penting untuk diingat bahwa tindakan bullying dari mereka bukanlah tentangmu, melainkan tentang ketidakamanan dan kebutuhan mereka untuk merasa kuat dengan membuat orang lain merasa buruk.

Dr. Ivanov juga menekankan, bahwa merasa kesal atau marah hanya memperkuat agresi pembuli, sehingga penting untuk tetap tenang. Untuk menjaga ketenangan, fokuslah pada kesehatan fisik dan mental, melakukan aktivitas yang menyenangkan, dan memberikan perhatian serta kasih sayang pada diri sendiri. Melalui tindakan ini, kamu dapat menjaga keseimbangan emosional dan menghadapi situasi dengan lebih baik.

"Jaga pola makan sehat, tetap aktif setiap hari, dan pastikan mendapatkan istirahat yang cukup agar merasa sehat dan bugar. Nikmati mandi panjang untuk relaksasi, hidupkan lilin beraroma, dan saksikan beberapa film yang membangkitkan perasaan positif," kata Dr. Ivanov.

"Lakukan apa pun yang diperlukan untuk terkoneksi dengan diri sendiri secara penuh kasih sayang," lanjutnya.

2. Bersikap tegas dan berdiri untuk diri sendiri

ilustrasi pria berdiri di tengah makan keluarga (pexels.com/askarabayev)
ilustrasi pria berdiri di tengah makan keluarga (pexels.com/askarabayev)

Dilansir Verywell Family, Sherry Gordon, seorang penulis serta life coach bersertifikat, menuliskan, bersikap tegas dan berdiri untuk diri sendiri merupakan langkah kunci ketika menghadapi situasi bullying. Sikap tegas yang dimaksud yaitu dapat menyampaikan perasaan dengan jujur tanpa harus bersikap agresif atau membalas perundungan dengan intimidasi dan terlalu dipengaruhi oleh emosi.

Gordon juga menegaskan, bersikap tegas dengan menggunakan pernyataan pribadi yang fokus pada pikiran dan perasaan tanpa menuduh pelaku, serta menjaga sikap tubuh positif, seperti menjaga kontak mata dan bersikap tegak, dapat membantumu berdiri teguh. Meski tidak dapat dipastikan bahwa situasi akan membaik, yang terpenting adalah kamu telah membela diri dan berani berbagi perasaan.

3. Tetapkan batasan

ilustrasi dinner keluarga (pexels.com/cottonbro)
ilustrasi dinner keluarga (pexels.com/cottonbro)

Menetapkan batasan kepada anggota keluarga yang melakukan perundungan juga merupakan langkah penting untuk melindungi diri. Perlu untuk mengetahui batas dan nilai-nilai pribadi kamu, serta perlu juga untuk mendengarkan emosi dan perasaan yang muncul akibat tindakan perundungan yang dilakukan oleh mereka.

Ivanov juga menjelaskan, melibatkan diri dalam self-care menjadi prioritas saat menetapkan batasan. Ini dapat menjaga kesehatan emosional, fisik, dan mental. Hal yang paling penting adalah bertanggung jawab penuh terhadap batasan yang kamu tetapkan, karena kamu memiliki hak untuk mengubahnya sesuai kebutuhan. 

"Sangat sulit untuk tidak melawan ketika mereka menyerang, tetapi kamu harus berusaha menjadi orang yang lebih baik dan tidak turun ke tingkat mereka," kata Ivanov.

"Jika mereka melancarkan serangan lain pada kamu, mintalah mereka untuk berhenti. Jika tidak, tinggalkan saja dan berusaha sebaik mungkin untuk tidak terlibat. Setiap saat, gunakan bahasa yang sopan dan tanpa emosi," lanjutnya.

4. Hindari menunjukkan emosi

ilustrasi makan bersama keluarga (pexels.com/nicolemichalou)
ilustrasi makan bersama keluarga (pexels.com/nicolemichalou)

Ketika menghadapi pelaku perundungan dalam keluarga, penting untuk tetap tenang dan menghindari bereaksi dengan menunjukkan kemarahan atau frustrasi. Ingatlah, bahwa kamu tidak dapat mengendalikan perilaku pelaku perundungan, tetapi kamu memiliki kendali atas reaksimu.

Selain itu, kamu juga memiliki pilihan untuk meninggalkan situasi atau menentang perlakuan buruk. Meskipun kamu dapat meninggalkan acara atau menetapkan batasan, hindarilah memberikan pelaku perundungan apa yang mereka inginkan dengan memberikan reaksi negatif atau emosional. Upayakan juga untuk tetap tenang dan bersikap hormat, serta menjaga martabat diri tanpa merespons dengan cara yang sama.

5. Berbicara dengan seseorang yang dapat dipercayai

ilustrasi berbincang dengan orangtua (pexels.com/olly)
ilustrasi berbincang dengan orangtua (pexels.com/olly)

Gordon menyarankan untuk berbicara dengan seseorang yang dapat dipercayai ketika menghadapi perundungan keluarga. Kamu juga bisa membagikan pengalaman dengan teman dekat yang dapat memberikan dukungan menjadi kunci utama. Hindari berbicara dengan orang yang suka gosip dan carilah seseorang yang dapat memberikan dukungan saat peristiwa perundungan terjadi.

Beberapa orang mungkin memilih untuk bercerita kepada anggota keluarga daripada teman, tetapi perlu berhati-hati. Sebab, terkadang anggota keluarga dapat merasa perlu untuk memperbaiki situasi dan justru menciptakan lebih banyak masalah. Oleh karenanya, penting untuk mencari seseorang yang dapat menjaga kerahasiaan informasi dan tidak membuat situasi semakin rumit.

Menceritakan kepada satu orang dapat membantu mengurangi perasaan terisolasi dan kesepian. Jangan mencoba menangani perundungan sendirian atau memaksakan diri untuk merahasiakannya. Lebih dari itu, memiliki seseorang yang mendengarkan dan mengakui perasaanmu dapat memberikan dukungan emosional yang sangat diperlukan.

6. Sisihkan waktu untuk me time

ilustrasi mandi di bathub (pexels.com/rdne)
ilustrasi mandi di bathub (pexels.com/rdne)

Keberadaan anggota keluarga yang melakukan perundungan dapat merusak energi dan berdampak negatif pada kesehatan. Jika harus berada bersama seseorang tersebut dalam acara keluarga, seperti pernikahan, pemakaman, atau pesta bayi, rencanakan untuk menyisihkan waktu sendiri setelahnya.

Lakukan kegiatan yang membantumu melepaskan stres dan menghilangkan energi negatif yang dibawa oleh pelaku perundungan ke dalam kehidupan. Jika perundungan keluarga mulai mengganggu kesehatan emosionalmu, pertimbangkan untuk mencari seorang terapis yang spesialis dalam penanganan masalah keluarga.

Dalam menanggapi situasi bullying dari anggota keluarga, penting untuk mengenali batasan pribadi dan menjaga kesehatan mental. Terkadang, membatasi interaksi atau menetapkan batasan yang jelas adalah langkah yang perlu diambil untuk melindungi diri sendiri. Meskipun sulit, tetapi merawat kesehatan mental adalah yang utama! 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us