Tidak ada orangtua yang benar-benar siap menghadapi krisis yang melibatkan anak. Entah itu anak mengalami trauma, sakit, ada masalah perilaku, menjadi korban bullying, menghadapi gangguan mental, atau sedang melalui fase perkembangan yang berat. Situasi seperti ini tentu sangat menguras energi, waktu, emosi, bahkan stabilitas hubungan pasangan.
Di tengah fokus penuh pada kondisi anak, pasangan jangan sampai menjadi ‘korban diam-diam.’ Percakapan hanya seputar jadwal terapi, biaya pengobatan, atau siapa yang harus mengalah hari ini, dan seterusnya. Itulah kenapa menjaga kekompakan sebagai pasangan saat anak sedang dalam krisis, menjadi sangat penting.
