Sebagai orangtua, kamu tentu ingin anak tumbuh aman, bahagia, dan terhindar dari kesulitan. Namun dalam praktiknya, niat baik ini kadang berubah menjadi kontrol berlebihan tanpa disadari. Pola asuh seperti ini dikenal sebagai overparenting, yaitu kondisi ketika orangtua terlalu ikut campur dalam kehidupan anak.
Dilansir cnbc.com, menurut Dr. Meredith Elkins, psikolog klinis sekaligus pengajar di Harvard Medical School, overparenting sering berakar dari kecemasan orangtua, bukan dari kebutuhan anak. Jika dibiarkan, pola ini bisa melemahkan ketangguhan mental anak secara perlahan, lho. Yuk, kenali lima cirinya berikut ini.
