Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kegiatan Keluarga untuk Mengembalikan Keceriaan Anak, Sederhana dan Efektif
ilustrasi orangtua mendukung minat anak (pexels.com/RDNE Stock project)

Setiap anak pada dasarnya memiliki sifat ceria, aktif, dan penuh rasa ingin tahu. Namun dalam kondisi tertentu seperti stres, perubahan lingkungan, atau pengalaman yang kurang menyenangkan, keceriaan itu bisa memudar begitu saja. Anak menjadi lebih pendiam, mudah marah, atau kehilangan minat pada hal-hal yang dulu mereka sukai.

Dalam situasi seperti ini, keluarga memegang peran penting untuk membantu anak menemukan kembali kebahagiaannya. Bukan dengan cara memaksa, tetapi melalui kegiatan sederhana yang dilakukan bersama.

1. Bermain bersama: cara sederhana yang paling efektif

ilustrasi orangtua (pexels.com/Gustavo Fring)

Bermain adalah 'bahasa' alami anak. Melalui bermain, anak mengekspresikan perasaan, melepaskan stres, dan membangun kembali koneksi emosional dengan orang di sekitarnya. Bermain juga memberi kesempatan ideal bagi orangtua untuk terlibat sepenuhnya dengan anak-anak mereka.

"Bermain sangat penting untuk perkembangan karena berkontribusi pada kesejahteraan kognitif, fisik, sosial, dan emosional anak-anak dan remaja," tulis National Library of Medicine dalam studi berjudul The importance of play in promoting healthy child development and maintaining strong parent-child bonds.

Ketika orangtua ikut terlibat dalam permainan, anak pun merasa diperhatikan dan dihargai. Hal ini membantu meningkatkan suasana hati anak secara signifikan, sekaligus memperkuat hubungan emosional dalam keluarga.

2. Terapi bermain: menyalurkan emosi dengan cara positif

ilustrasi orangtua (pexels.com/cottonbro studio)

Kegiatan seperti bermain peran, permainan tebak emosi, menggambar, mewarnai, atau membuat kerajinan tangan bisa menjadi cara efektif untuk membantu anak menyalurkan emosi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Aktivitas kecil ini bisa membantu mengembalikan keceriaan anak.

"Terapi bermain menawarkan beragam aktivitas kreatif yang membantu anak-anak mengekspresikan emosi mereka dan mengembangkan kecerdasan emosional," jelas terapis Soheila Hosseini, PhD. dikutip dari Los Angeles Therapy Institute.

"Aktivitas-aktivitas ini menyediakan ruang aman bagi anak-anak untuk mengeksplorasi perasaan mereka dan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang emosi mereka," tambahnya.

3. Quality time atau memberi waktu khusus

ilustrasi orangtua dan anak sedang bermain (pexels.com/Arina Krasnikova)

Di era digital, banyak interaksi keluarga terganggu oleh kehadiran gadget. Padahal, anak sangat membutuhkan perhatian penuh dari orangtuanya, terutama saat mereka sedang tidak dalam kondisi emosional yang baik. Kehadiran orangtua secara utuh, tanpa distraksi akan membuat anak merasa benar-benar diperhatikan.

Menurut Sarah Conway, psikolog anak dan remaja, orangtua seringkali terjebak dalam kesibukan dan hiruk pikuk kehidupan serta tanggung jawab sehari-hari. Meluangkan waktu untuk menjalin hubungan dan memberi waktu khusus menjadi sangat penting.

"Waktu khusus adalah konsep sederhana namun sangat efektif yang memungkinkan orangtua untuk terhubung dengan anak-anak pada tingkat yang lebih dalam, mendorong perkembangan yang sehat dan memupuk hubungan yang penuh kasih dan terhubung, bahkan jika orangtua merasa sangat sibuk dan kekurangan waktu," jelasnya dikutip dari Mother Duck.

4. Aktivitas fisik bersama untuk meningkatkan mood

ilustrasi orangtua dan anak (pexels.com/Orione Conceicao)

Seperti yang kita ketahui bersama, hormon endorfin meningkat ketika kamu melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Hal ini pun bisa membantu anak merasa lebih bahagia. Orangtua pun bisa mengajak anak untuk melakukannya, bahkan cukup dengan aktivitas sederhana seperti jalan santai, bersepeda, dan sejenisnya.

"Habiskan waktu istimewa orangtua dan anak di luar ruangan, bermain lempar tangkap, bersepeda, bergulat dan bermain tanah, atau sekadar menjelajahi alam. Udara segar dan aktivitas fisik sangat bermanfaat bagi pikiran dan tubuh," kata Sarah.

5. Membangun rutinitas keluarga yang hangat

ilustrasi orangtua mendukung minat anak (pexels.com/RDNE Stock project)

Rutinitas yang konsisten memberikan rasa aman bagi anak. Dalam rutinitas yang hangat, anak tahu bahwa ada waktu khusus untuk bersama keluarga, berbagi cerita, dan merasa diterima. Rutinitas tidak harus rumit. Hal sederhana seperti makan malam bersama atau kegiatan akhir pekan bisa menjadi momen yang dinantikan anak.

"Di akhir pekan, buatlah daftar kegiatan menyenangkan dan pilih satu kegiatan setiap hari untuk dinikmati bersama. Baik itu jalan-jalan di alam, proyek kerajinan tangan, atau kunjungan ke museum, waktu berkualitaslah yang terpenting," saran Sarah.

Mengembalikan keceriaan anak bukan tentang memberikan hiburan yang berlebihan. Tetapi tentang menghadirkan kebersamaan yang hangat dan tulus. Kegiatan keluarga yang sederhana pun bisa memberi dampak besar dalam membantu anak merasa lebih bahagia dan aman secara emosional.

Editorial Team