Ilustrasi Type C Parenting (pexels.com/Ivan Samkov)
Salah satu manfaat bagi kedua orangtua dan anak untuk melakukan sesuatu yang “di luar rencana” sesekali adalah bahwa kedua belah pihak akan merasa lebih tenang jika melakukan kesalahan atau membutuhkan (dan meminta) waktu istirahat.
Bahkan mungkin merasa lebih nyaman untuk meminta bantuan, atau sekadar bersikap lebih terbuka secara emosional terhadap satu sama lain secara umum. Hal ini dapat mengarah pada hubungan orang tua-anak yang lebih kuat.
Baik karakteristik Tipe A maupun Tipe B muncul pada orangtua Tipe C. Menurut Groskopf, ciri-ciri Tipe A muncul dalam hal batasan, rutinitas, dan aturan rumah tangga. Sementara itu, Tipe B muncul dalam “realitas” kehidupan dengan anak-anak kecil.
Keseimbangan antara penjadwalan yang teratur dan memberikan ruang untuk spontanitas serta pemahaman bahwa anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar rutinitas, tetapi juga waktu untuk bermain dan bersantai, sebenarnya dapat bermanfaat bagi keluarga. Terkadang terasa seperti kekacauan yang terjadi di rumah, tetapi pada kenyataannya, Type C Parenting sangat baik dalam membesarkan anak-anaknya.
Type C Parenting merayakan fakta bahwa tidak apa-apa untuk tidak selalu bisa mengendalikan segalanya. Ini seperti karakter Tipe C, “Saya punya rencana, tapi saya juga punya kehidupan". Munculnya tipe baru ini juga menjadi pengingat yang menenangkan bahwa tidak apa untuk memadukan perencanaan yang matang dengan gangguan sesekali. Jadi, apakah kamu termasuk Type C Parent?