Masa balita merupakan fase penting dalam proses tumbuh kembang anak, terutama terkait pemenuhan kebutuhan gizi dan pembentukan kebiasaan makan. Pada tahap ini, pengenalan makanan tidak hanya berkaitan dengan rasa, tetapi juga berhubungan erat dengan tekstur makanan. Perubahan bentuk makanan dari cair ke padat memerlukan perhatian khusus agar balita mampu beradaptasi secara bertahap. Kesalahan dalam proses ini dapat memengaruhi kemampuan mengunyah dan menelan.
Proses mengenalkan tekstur makanan seharusnya dilakukan secara bertahap dan konsisten. Setiap tahapan memiliki tujuan untuk melatih kemampuan mengunyah serta koordinasi mulut dan lidah. Apabila tahapan ini dilewati atau dipercepat, balita berisiko mengalami kesulitan makan. Selain itu, ketidaktepatan dalam memilih tekstur juga dapat menurunkan minat makan. Kesadaran terhadap kesalahan umum sangat penting agar proses ini berjalan optimal.
Yuk, perhatikan kelima kesalahan saat mengenalkan tekstur makanan pada balita di bawah ini. Check it out!
