#MahakaryaAyahIbu: Hati yang kokoh untuk Ayah dan Ibu
Artikel ini merupakan karya tulis peserta kompetisi storyline "Mahakarya untuk Ayah dan Ibu" yang diselenggarakan oleh IDNtimes dan Semen Gresik.
Sebagai seseorang yang sedang membangun karier, banyak hal yang ingin saya lakukan untuk Ayah dan Ibu saat sukses kelak. Seperti anak-anak lainnya, saya juga ingin membahagiakan Ayah dan Ibu saya dengan jerih payah saya, yang juga sebenarnya sesuatu yang memang harusnya mereka tuai karena itu hal yang dengan susah payah Ayah dan Ibu saya usahakan dan utamakan.
Saya ingin memberi apa yang selalu Ayah dan Ibu saya inginkan. Saya ingin membelikan mobil yang nyaman dan bergengsi untuk Ayah, untuk menggantikan mobil Ayah yang selama ini selalu mogok dan dengan bunyi mesin AC yang sangat mengganggu. Di saat rekan dan saudara bergonta-ganti mobil, Ayah dan Ibu lebih memilih menghabiskan bonus dari kantor mereka untuk mengokohkan masa depan anak-anak mereka. Kemudian saya ingin membelikan Ibu baju, sepatu dan tas yang bermerek. Keinginan yang selalu Ibu kesampingkan dan hilangkan demi mengutamakan kekokohan masa depan anak-anaknya, disaat teman-teman Ibu selalu bergonta-ganti baju, sepatu dan tas yang sangat bagus.
Lalu saya ingin merenovasi rumah kami. Sebenarnya kami semua sangat nyaman dengan rumah kami yang sekarang, walaupun banyak kekurangan yang belum terselesaikan dari rumah kami. Lagi-lagi, alasan mengapa rumah kami belum sepenuhnya dibangun adalah Ayah dan Ibu lebih memilih untuk mengokohkan dan menghiasi masa depan kami. Ayah dan Ibu selalu berkata tidak penting untuk meninggalkan harta kepada anak-anaknya, namun yang terpenting adalah Ayah dan Ibu ingin meninggalkan dunia ini dengan membekali anak-anaknya ilmu.
Ayah dan Ibu selalu sibuk menghabiskan masa muda mereka dengan merancang dan mempersiapkan masa depan anak-anaknya. Ayah dan Ibu menjadi arsitek bagi anak-anaknya dalam merancang bangunan kokoh tak tertandingi untuk masa depan anak-anaknya. Ayah dan Ibu selalu bekerja keras siang dan malam demi memuaskan klien-nya, yaitu anak-anaknya. Ayah dan Ibu selalu berharap bahwa rumah di masa depan anak-anaknya adalah rumah yang nyaman dan rumah yang penuh dengan kebanggaan. Seiring waktu Ayah dan Ibu semakin menua, banyak hal yang belum terselesaikan dari masa keemasan mereka karena mengesampingkan hal yang mereka bilang percuma ketika akan berdampak masa depan anak mereka menjadi gelap. Ayah dan Ibu selalu mementingkan fondasi yang kokoh untuk masa depan anak-anak mereka.
Sebagaimana Ayah dan Ibu yang berjuang untuk kebahagiaan anaknya, saya juga ingin berjuang untuk kebahagiaan mereka, mulai sekarang hingga seterusnya. Tidak ada hal yang benar-benar dapat membayar lunas atas pengorbanan Ayah dan Ibu, selain saya akan berjuang menjadi sosok yang mampu berperan sebagai penyejuk mata dan hati bagi Ayah dan Ibu. Saya ingin memberikan apa yang belum sempat mereka rasakan saat ini. Saat ini disela-sela jarak dan kesibukan saya, saya ingin selalu menyempatkan untuk menelepon untuk sekedar mendengar suara Ayah dan Ibu saya, yang saya tahu juga bahwa Ayah dan Ibu lebih ingin mendengar suara saya.
Dan yang terakhir, saya ingin memberikan waktu saya kepada Ayah dan Ibu. Dari semua keinginan yang saya tuliskan diatas, waktu adalah hal yang benar-benar dibutuhkan oleh Ayah dan Ibu. Dengan berjalannya waktu, saya tidak ingin hati Ayah dan Ibu menjadi kosong dan hampa karena anak-anaknya sibuk dengan karier mereka dan mengesampingkan Ayah dan Ibu. Saya berjanji, ketika sukses nanti, saya akan memberikan waktu khusus untuk Ayah dan Ibu, walau hanya sekedar untuk menanyakan melalui telepon tentang “Masak apa Ibu untuk Ayah hari ini?” atau “Apakah bebek ternak ayah bertelur banyak hari ini?”. Saya ingin memastikan Ayah dan Ibu tidak merasa ditinggalkan anak-anaknya dan tetap mempunyai hati yang kokoh di masa tua mereka nanti.
Saya meyakini mahakarya yang benar-benar diinginkan Ayah dan Ibu, bukanlah sesuatu hal yang berukuran besar dan dihiasi kemewahan. Namun, mahakarya yang diinginkan Ayah dan Ibu adalah keberhasilan dan kesuksesan serta kehangatan dari anak-anaknya.