Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Tips Mengajarkan Anak Berpuasa Secara Bertahap

ilustrasi anak
ilustrasi anak (unsplash.com/DICSON)
Intinya sih...
  • Mulai dari durasi puasa yang singkat untuk anak agar terbiasa secara bertahap tanpa tekanan.
  • Berikan penjelasan sederhana tentang makna berpuasa agar anak bisa menerima aktivitas tersebut dengan ikhlas.
  • Ciptakan suasana menyenangkan di rumah dan berikan apresiasi atas usaha anak untuk meningkatkan motivasi mereka.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengajarkan anak berpuasa jelas memerlukan pendakatan yang penuh dengan kesabaran dan harus dilakukan secara bertahap. Proses ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman tanpa membawa anak mudah merasa tertekan.

Puasa bukan hanya aktivitas yang menuntut anak untuk menahan lapar dan haus, namun juga melatih kedisiplinan dan pengendalian diri dengan baik. Oleh sebab itu, peran orangtua sangat diperlukan untuk menerapkan tips mengajarkan anak berpuasa secara bertahap berikut ini. Tidak perlu terburu-buru, ya!

1. Mulai dari durasi puasa yang singkat

ilustrasi anak dan ibu
ilustrasi anak dan ibu (unsplash.com/A n v e s h)

Anak bisa diajak berpuasa dengan waktu yang lebih pendek terlebih dahulu dari semestinya, sehingga bisa terbiasa. Cara ini akan membantu anak agar bisa menyesuaikan diri secara mental dan fisik tanpa merasa tertekan.

Durasi puasa bisa saja ditambah secara bertahap sesuai dengan kemampuan anak, sehingga orangtua bisa terus memantaunya. Pendekatan yang ada bisa membuat anak merasa lebih percaya diri tanpa tertekan.

2. Berikan penjelasan yang mudah dipahami

ilustrasi anak berbicara
ilustrasi anak berbicara (unsplash.com/绵 绵)

Anak harus memahami makna dari berpuasa dengan menggunakan bahasa sederhana. Penjelasan yang tepat nantinya akan membantu anak untuk bisa menerima aktivitas puasa sebagai kegiatan yang positif dan tidak melakukannya dengan tekanan atau paksaan.

Dengan memahami makna puasa melalui cara yang tepat, maka anak pun akan lebih ikhlas dan menikmati setiap prosesnya. Nantinya anak semakin termotivasi untuk mencoba berpuasa, apalagi saat melihat orangtua dan orang-orang di sekitarnya turut berpuasa.

3. Ciptakan suasana yang menyenangkan

ilustrasi anak sarapan
ilustrasi anak sarapan (pexels.com/Monstera Production)

Suasana rumah ternyata sangat memengaruhi motivasi anak untuk berpuasa, khususnya jika suasana rumahnya nyaman. Kegiatan ringan bisa saja dilakukan untuk membantu mengalihkan perhatian dari rasa lapar yang dialaminya.

Pendekatan yang ada akan membantu anak untuk menjalani puasa dengan rasa gembira. Selain itu, pengalaman positif juga turut membentuk kesan baik terhadap aktivitas puasa yang dilakukan, sehingga akan turut terbawa sampai dewasa.

4. Berikan apresiasi atas usaha anak

ilustrasi anak dan ibu
ilustrasi anak dan ibu (unsplash.com/Jhon David)

Apresiasi sederhana ternyata bisa diberikan ketika anak berhasil menyelesaikan puasa sesuai kemampuannya. Bentuk apresiasi tersebut bisa berupa pujian atau perhatian khusus yang diberikan agar ia merasa diperhatikan dan dihargai.

Penghargaan yang diberikan ternyata bisa membantu meningkatkan motivasi anak untuk terus berpuasa, sehingga semakin bersemangat tanpa paksaan. Anak pun akan menganggap berpuasa sebagai aktivitas positif, sehingga terus mengulanginya kembali.

Mengajarkan anak berpuasa secara bertahap memang memerlukan kesabaran dan konsistensi. Setiap anak pasti memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan segala usahanya patut dihargai. Mengajarkan berpuasa anak bisa dilakukan secara bertahap.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

Alasan Kenapa Rambut Rontok dan Ketombe Gak Membaik, Ini Kata Ahli!

27 Jan 2026, 16:06 WIBLife