Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Cara Mengajarkan Anak Mengelola Rasa Cemburu dengan Sehat

ilustrasi anak marah
ilustrasi anak marah (unsplash.com/Alexander Dummer)
Intinya sih...
  • Membantu anak mengenali dan menamai emosinya
  • Memberikan perhatian yang seimbang
  • Mengajarkan cara menyampaikan perasaan dengan baik
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Rasa cemburu merupakan emosi yang wajar dialami anak, terutama pada saat mereka merasa kurang diperhatikan atau justru kerap dibandingkan. Jika tidak dikenali dan dikelola dengan baik, maka rasa cemburu yang dialaminya bisa berkembang menjadi perilaku negatif yang dapat memengaruhi hubungan anak dengan keluarga atau lingkungan sekitarnya.

Peran orang tua sangat penting dalam membantu anak untuk memahami dan juga mengelola perasaan tersebut secara sehat. Dengan menerapkan beberapa cara berikut ini, maka orangtua bisa mengajarkan anak mengelola rasa cemburu dengan sehat. Simak sampai habis, ya!

1. Membantu anak mengenali dan menamai emosinya

ilustrasi anak marah
ilustrasi anak marah (unsplash.com/Mick Haupt)

Langkah awal dalam mengelola rasa cemburu adalah dengan membantu anak untuk mengenali apa yang sedang ia rasakan saat ini. Orangtua bisa mengajak anak untuk berbicara secara tenang dan memberi penjelasan bahwa perasaan cemburu merupakan emosi yang wajar dan boleh dirasakan.

Dengan memahami emosi yang ada, maka anak akan lebih mudah dalam memvalidasi setiap perasaan yang ada. Pemahaman ini juga dapat membantu anak untuk belajar bagaimana mengekspresikan perasaan secara verbal, bukan melalui perilaku yang agresif atau cenderung menarik diri.

2. Memberikan perhatian yang seimbang

ilustrasi keluarga
ilustrasi keluarga (unsplash.com/Hoi An Photographer)

Anak sering merasa cemburu pada saat menganggap perhatian orangtua tidak adil atau justru berkurang. Penting bagi orangtua untuk memberikan perhatian secara seimbang tanpa harus selalu membandingkan anak satu dengan yang lainnya.

Perhatian yang konsisten dan berkualitas dapat membuat anak merasa dihargai dan aman secara emosional. Kondisi ini akan membantu untuk mengurangi rasa cemburu karena anak tidak lagi merasa tersisihkan atau justru diabaikan.

3. Mengajarkan cara menyampaikan perasaan dengan baik

ilustrasi anak berbicara
ilustrasi anak berbicara (unsplash.com/绵 绵)

Anak harus dibimbing oleh orangtua untuk menyampaikan rasa cemburu dengan cara yang tepat dan sopan. Orangtua bisa memberi contoh kalimat sederhana agar anak terbiasa untuk mengungkapkan perasaan tanpa terkesan menyakiti perasaan orang lain.

Dengan latihan secara berulang, maka anda akan belajar bahwa komunikasi merupakan solusi yang lebih baik daripada meluapkan emosi secara berlebihan. Kemampuan ini sangat penting untuk membangun hubungan sosial yang sehat di masa depan.

4. Menumbuhkan rasa percaya diri dan empati

ilustrasi anak
ilustrasi anak (unsplash.com/frank mckenna)

Cemburu memang sering muncul karena anak merasa kurang percaya diri atau takut kehilangan perhatian orangtua bisa membantu untuk mengapresiasi usaha dan kelebihan anak tanpa berlebihan, sehingga anak akan merasa dihargai atas dirinya sendiri.

Mengajarkan empati dapat membantu anak untuk memahami perasaan orang lain dengan baik. Justru pada saat anak mampu melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda, maka rasa cemburunya pun akan berkurang dan berganti dengan sikap saling menghargai.

Mengajarkan anak mengelola rasa cemburu memerlukan kesabaran dan konsistensi dari orangtua. Justru dengan menerapkan beberapa langkah di atas, maka anak bisa mengelola rasa cemburunya dengan lebih sehat. Pendekatan yang tepat akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang secara emosional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

3 Rekomendasi Buku Joo Ho Jin di Drakor Can This Love Be Translated?

26 Jan 2026, 18:00 WIBLife