Perceraian sering membuat seseorang menghadapi situasi baru yang tidak selalu nyaman, termasuk komentar keluarga yang terasa menusuk meski mereka tidak memahami seluruh proses yang sudah dilalui. Banyak orang memilih diam karena tidak ingin memicu konflik, tetapi sikap pasif kadang justru membuat nyinyiran makin sering muncul. Kondisi seperti ini wajar dialami siapa pun karena keluarga merasa punya ruang untuk ikut berkomentar meski tidak diminta.
Cerai bukan akhir dari hidup, tetapi awal dari fase yang menuntut ketenangan agar langkah selanjutnya bisa dijalani dengan fokus. Tidak semua orang siap menerima perubahan besar, termasuk anggota keluarga yang sebenarnya ingin terlihat peduli tetapi caranya kurang tepat. Situasi ini membuat banyak orang bingung harus merespons seperti apa supaya hubungan tetap terjaga tanpa mengorbankan kenyamanan diri sendiri. Berikut beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk menghadapi nyinyiran keluarga setelah cerai.
