Pernahkah kamu merasa menjadi orangtua berarti harus selalu mengalah, lelah, dan menyingkirkan kebutuhan diri sendiri? Banyak orangtua tumbuh dengan keyakinan bahwa pengorbanan total adalah tanda cinta sejati. Semakin lelah, semakin dianggap sebagai orangtua yang baik. Kalimat seperti 'namanya juga orangtua' sering menjadi pembenaran atas kelelahan yang dipendam. Tanpa sadar, pengorbanan ini dianggap kewajiban yang gak boleh ditawar. Dari sinilah muncul pertanyaan besar, apakah menjadi orangtua memang harus selalu mengorbankan diri.
Di sisi lain, media dan lingkungan sering memotret sosok orangtua ideal sebagai figur yang serba kuat. Menjadi orangtua harus selalu mengorbankan diri, selalu sabar, selalu ada, dan jarang mengeluh. Ketika merasa lelah atau ingin waktu sendiri, muncul rasa bersalah. Orangtua takut dianggap egois atau gak bertanggung jawab. Padahal, perasaan lelah adalah hal yang manusiawi. Pertanyaannya, apakah cinta harus selalu identik dengan menghapus diri sendiri. Atau justru ada cara lain yang lebih sehat.
