ilustrasi anak salat (pexels.com/AssadAli T)
Bulan Ramadan sering dianggap sebagai waktu yang tepat untuk memperbanyak perbuatan baik. Ini bisa menjadi kesempatan bagi orangtua untuk mengajak anak melakukan berbagai tindakan positif, seperti membantu pekerjaan rumah, berkata jujur, dan bersikap ramah kepada orang lain.
Dengan membiasakan anak melakukan kebaikan selama Ramadan, mereka akan memahami bahwa berbuat baik bukan hanya kewajiban saat bulan suci saja, tetapi juga bagian dari kehidupan sehari-hari. Jika kebiasaan ini terus dilatih, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter baik dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.
"Pendidikan (berpuasa) ini mencakup aspek moral, spiritual, kejujuran, sosial, kesehatan, serta disiplin dalam menjalankan ibadah. Dalam perspektif tasawuf, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana penempaan diri, penyucian hati, dan pengendalian hawa nafsu," jelas Dr. KH M Syukron.
Pada akhirnya, bulan Ramadan bisa menjadi kesempatan berharga bagi orangtua untuk mengajarkan nilai-nilai Ramadan yang bisa diajarkan ke anak dan membentuk karakternya. Nilai-nilai seperti kesabaran, kejujuran, empati, dan rasa syukur dapat ditanamkan melalui berbagai aktivitas sederhana yang dilakukan bersama selama bulan suci ini.