Ilustrasi safe corner (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Safe corner bukan tempat hukuman, tapi seperti time-out. Ini penting agar anak tidak merasa 'dibuang' saat emosi. Lamanya waktu yang dihabiskan anak di pojok tenang akan bervariasi tergantung pada usianya.
"Sebagai aturan umum, mulailah dengan satu menit; kemudian, periksa apakah mereka menginginkan waktu tenang yang lebih lama," saran Reena.
Selain itu, orangtua tetap perlu mendampingi secara emosional. Konsep ini dikenal sebagai co-regulation. Anak membutuhkan orang dewasa yang tenang dan hangat untuk menenangkan mereka dan membantu mereka merasa aman.
"Itu artinya anak belajar mengatur diri sendiri ketika orangtua mengatur dirinya juga, dan orangtua membantu anak merasa aman, diperhatikan, ditenangkan, dan dipahami," jelas psikolog klinis Laura Markham, Ph.D. dikutip dari Parent Map.
Safe corner bukan hanya soal tempat fisik, tapi juga tentang rasa aman secara emosional. Anak perlu tahu bahwa mereka diterima apa adanya. Ketika anak punya ruang aman, baik secara fisik maupun emosional, mereka akan tumbuh lebih percaya diri dan mampu menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik.
Membuat safe corner di rumah sebenarnya bukan hal yang rumit. Tidak perlu ruang besar atau biaya mahal, yang terpenting adalah niat untuk menyediakan tempat yang aman bagi anak menenangkan diri. Bahkan sudut kecil dengan bantal dan mainan sederhana pun sudah cukup.