Mengasuh bayi biasanya diidentikkan dengan peran seorang ibu. Mulai dari menggantikan popok, memberi ASI, memakaikan baju, menggendong hingga memandikan. Sementara, peran ayah adalah mengajaknya bermain atau sekadar menggendong sejenak saat ibu sedang mengerjakan pekerjaan lain.
Hal ini bisa jadi muncul karena faktor ketidakpercayaan seorang istri akan kemampuan suaminya dalam mengasuh bayi. Selain itu, faktor tidak percaya diri dari suami itu sendiri juga turut mempengaruhi. Ada pula stereotip tentang ayah yang perannya hanya bekerja mencari uang dan ibulah yang merawat anak dan melakukan pekerjaan rumah tangga.
Faktanya, kerja sama yang baik dalam mengasuh bayi antara ayah dan ibu akan jauh lebih baik. Hal ini berpengaruh bagi tumbuh kembang bayi dan tingkat kebahagiaan keluarga. Bayi tidak hanya membutuhkan peran ibu tapi juga peran ayah secara seimbang, lho!
