Praktik child grooming bukan hal yang baru saja terjadi. Aurelie Moeremans lewat buku berjudul Broken Strings mengungkap kisah pahitnya semasa remaja sebagai korban child grooming. Bukan untuk meromantisasi child grooming, Aurelie terus menyampaikan baik di unggahan instagram maupun broadcast channel bahwa ia sengaja membagikan bukunya secara gratis supaya gak ada perempuan lain yang mengalami hal serupa dengannya.
Dilansir Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), child grooming bisa disebut modus kejahatan di mana pelaku akan mendekati anak yang rentan secara emosional. Mereka akan membangun kepercayaan untuk memanipulasi dan mengeksploitasi. Maka dari itu, peran orangtua dan keluarga sebenarnya sangat krusial. Ini pesan moral parenting yang bisa kamu teladani dari Broken Strings.
