Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
keluarga
ilustrasi keluarga (pexels.com/Thành Đỗ)

Intinya sih...

  • Sambutan meriah dari keluarga membuatmu malu

  • Beberapa situasi canggung dengan anggota keluarga yang belum mengenal baik

  • Dilarang membantu persiapan Imlek meskipun ingin ikut serta

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Imlek tahun ini akhirnya kamu akan pulang juga. Dirimu sudah lama merantau. Sepanjang masa merantau itu, kamu jarang sekali pulang. Termasuk saat Imlek atau hari libur lain.

Mungkin dirimu sibuk, merantau amat jauh, atau ingin menghemat biaya pulang dan kembali lagi. Akan tetapi, sebetah-betahnya dirimu merantau pasti bakal tetap rindu rumah. Pulang ketika Imlek menjadi momen yang ditunggu baik olehmu maupun keluarga di rumah.

Namun, jangan kaget bila nanti ada beberapa hal yang kurang sesuai dengan bayangan. Tidak ada perlakuan yang buruk terhadapmu. Hanya saja suasananya akan sedikit berbeda. Efek kamu sudah terlalu lama tak berada di antara mereka, sih.

1. Sambutannya heboh sekali sampai kamu malu sendiri

ilustrasi keluarga (pexels.com/Quoc Huy)

Kamu merasa tak ada yang terlalu spesial dari kepulanganmu. Memang dirimu sudah lama tidak pulang. Namun, tetap saja ini hanyalah kamu. Dirimu merasa bukan tamu agung yang perlu disambut secara spesial.

Akan tetapi, tidak demikian menurut keluarga yang sudah menantikanmu begitu lama. Segera setelah kamu mengabarkan bakal pulang, segala persiapan dilakukan. Semua orang juga diberi tahu.

Sebagian besarnya sampai meluangkan waktu buat menunggumu di rumah. Biar itu menjadi kejutan untukmu. Mereka kasihan padamu bila kamu datang jauh-jauh hanya mendapati rumah yang sepi.

Wajah-wajah semringah telah menyambutmu begitu dirimu turun dari taksi. Semua orang mengajakmu bicara. Rasa lelah akibat perjalanan panjang seakan-akan terbasuh oleh penyambutan yang luar biasa itu. Walau di sisi lain, dirimu juga merasa malu diperlakukan sampai sebegitunya. Seperti artis saja.

2. Beberapa orang merasa canggung denganmu, begitu pun sebaliknya

ilustrasi bersama keponakan (pexels.com/Tuấn Kiệt Jr.)

Di tengah meriahnya sambutan saat kamu tiba dan keramahan orang-orang di rumah, ada pula situasi yang canggung. Misalnya, antara dirimu dengan keponakan yang terakhir kali kamu pulang masih amat kecil. Dia gak mengingatmu sebagai om atau tantenya.

Begitu pula dirimu menjadi cenderung bersikap lebih berhati-hati. Bukan kamu tak suka anak-anak, melainkan belum tahu sifatnya. Dirimu tak mau membuatnya ketakutan.

Bukan cuma keponakan yang masih kecil yang merasa asing denganmu. Jika kamu tidak sempat datang di hari pernikahan kakak atau adikmu dan kurang mengenal sosok pasangannya pasti kaku. Satu sama lain terlalu saling menjaga sikap demi kesan yang baik di pertemuan ini.

3. Ingin membantu segala kerepotan, tapi dilarang terus

ilustrasi keluarga (pexels.com/Hoach Le Dinh)

Salah satu bagian yang paling dirindukan dirimu saat merayakan Imlek di rumah adalah berbagai persiapannya. Capek memang. Dari bersih-bersih hingga menyiapkan aneka makanan. Namun, di rantau belum tentu kamu merasakannya.

Akan tetapi, sesampainya di rumah justru kamu tak mendapatkan kesempatan tersebut. Setiap dirimu hendak membantu apa pun baik orangtua maupun saudara kompak melarangmu. Dirimu sudah memegang peralatan bersih-bersih pun langsung direbut oleh mereka.

Malah kamu nyaris seperti dimarahi jika berkeras membantu. Alhasil, kamu cuma menjadi penonton setiap kesibukan di rumah. Kamu merasa tak enak karena gak melakukan apa pun. Bingung juga mau ngapain selagi semua orang di sekitarmu sibuk.

4. Jadi pusat perhatian setiap ada tamu

ilustrasi keluarga (pexels.com/Tuấn Kiệt Jr.)

Kamu telah terkaget-kaget dengan penyambutan meriah di hari kedatanganmu. Dirimu berpikir sudah selesai sampai di situ. Akan tetapi, ternyata masih terus berlanjut. Setiap ada tamu pasti kamu menjadi pusat perhatian.

Dirimu gak langsung tampak pun, namamu telah disebut-sebut. Bisa-bisa sepanjang acara jamuan atau kunjungan itu, topiknya cuma kamu. Segala hal tentangmu dari ceritamu merantau hingga masa kecilmu pun dibahas.

Tentu itu karena mereka amat antusias dengan kepulanganmu. Artinya, dirimu cukup dirindukan dan disayangi. Namun, sebagai akibatnya kamu bisa merasa kelelahan secara fisik maupun psikis. Ada pula sedikit rasa tak enak pada saudara lainnya yang seolah-olah dicueki. Semua mata tertuju padamu.

5. Pangling sama kamar lamamu

ilustrasi keluarga (pexels.com/Tuấn Kiệt Jr.)

Poin 1 sampai 4 merupakan perasaanmu terkait cara orang lain memperlakukanmu. Akan tetapi, kejutannya belum cukup sampai di situ. Perihal kamar juga menimbulkan kesan tersendiri. Secara umum gak ada perombakan besar-besaran.

Namun, kamar itu terasa akrab sekaligus asing. Kamar tersebut familier karena lokasi, ukuran, dan pintunya masih sama. Kamu punya banyak kenangan di dalamnya. Akan tetapi, setelah dirimu memasukinya dapat terasa pindah ke alam lain.

Penataan kamarnya telah berbeda. Letak tempat tidur, lemari, dan meja sudah berubah. Cat dindingnya mungkin juga diganti. Apalagi kalau selama dirimu merantau, kamar itu pernah ditempati saudaramu. Penataan kamar mengikuti seleranya. Bukan seperti kamarmu yang dulu.

Kamu lama gak pulang tentu seluruh keluarga telah menanti penuh kerinduan. Demikian juga dirimu kangen berat pada mereka. Nikmati masa libur Imlek semaksimal mungkin. Ke depan barangkali dirimu bisa pulang lebih sering.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team