Sebagai orangtua, kamu mungkin pernah merasa frustrasi ketika anak lebih banyak diam atau menjawab singkat saat ditanya. Padahal, kamu hanya ingin tahu bagaimana harinya, apa yang sedang dirasakannya, atau sekadar memastikan bahwa semuanya baik-baik saja. Namun, kenyataannya, membangun komunikasi yang terbuka dan sehat dengan anak tidak semudah yang dibayangkan.
Salah satu kuncinya terletak pada cara berbicara yang digunakan. Gaya komunikasi yang tepat bisa membuka pintu kepercayaan dan membuat anak merasa nyaman untuk bercerita. Berikut ini tujuh strategi bicara yang bisa kamu terapkan agar anak lebih terbuka dan merasa didengarkan sepenuhnya.
