Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Mencari Babysitter yang Aman untuk Ibu Bekerja, Harus Jeli!
ilustrasi pengasuh anak (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Artikel menyoroti pentingnya memilih babysitter yang aman dan terpercaya bagi ibu bekerja, dengan menekankan kualitas pribadi seperti kedewasaan, kesabaran, serta kemampuan membangun kenyamanan anak.
  • Rekomendasi dari orang terdekat dan proses wawancara mendalam menjadi langkah utama untuk memastikan calon pengasuh memiliki karakter, pengalaman, dan kesiapan menghadapi situasi darurat.
  • Sebelum babysitter mulai bekerja, orangtua disarankan menyiapkan aturan rumah, kontak darurat, rutinitas anak, serta terus memantau kepercayaan melalui komunikasi terbuka atau bantuan CCTV.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi ibu yang bekerja, meninggalkan bayi dan anak di rumah untuk mencari uang tidaklah mudah. Tentu ada dilema antara membantu memenuhi ekonomi keluarga dan beratnya meninggalkan si kecil yang masih membutuhkan perawatan. Untuk itulah, jasa nanny atau pengasuh bayi diperlukan.

Mencari pengasuh bayi atau babysitter tentu gampang-gampang susah. Apalagi, sempat ada beberapa kejadian kurang mengenakkan yang dilakukan oleh oknum babysitter pada bayi asuhannya. Hal ini tentu menimbulkan kecemasan, terutama bagi ibu pekerja yang tak bisa mengawasi secara langsung. Untuk itu, penting memilih babysitter yang tepat. Berikut lima tips yang bisa kamu kerjakan.

1. Kualitas yang perlu dicari pada pengasuh anak

ilustrasi pengasuh anak (pexels.com/Mikhail Nilov)

Salah satu faktor terpenting ketika akan mencari babysitter adalah kualitas yang perlu dicari pada pengasuh anak tersebut. Secara umum, babysitter idealnya adalah sosok yang dewasa, dapat diandalkan, sabar, dan ramah pada anak-anak. Mereka juga harus mampu mengambil hati dan membuat anakmu merasa nyaman bersamanya.

Mengutip dari laman healthy children, seiring bertambahnya usia anak, mereka harus punya hak menentukan pilihan pengasuhnya. Hargai pendapat mereka karena anak-anak itu cerdas dan memiliki intuisi kuat tentang orang lain. Pengasuh muda mungkin tampak lebih energik, tapi perlu dipastikan apakah mereka cukup dewasa dan ngemong ke anak-anak.

2. Pertimbangkan rekomendasi dari orang terdekat

ilustrasi pengasuh anak (pexels.com/Gustavo Fring)

Melansir laman the Bump, sebagian besar orangtua menemukan pengasuh anak mereka melalui rekomendasi dari teman dan keluarga dekat, organisasi yang mereka percaya, dan situs penyalur babysitter yang terpercaya. Tak jarang, orangtua merasa khawatir salah memilih pengasuh untuk bayi dan anak balita mereka.

Lynn Perkins, CEO dan salah satu pendiri UrbanSitter dalam laman the Bump, menyarankan untuk mulai mencari dari rekomendasi orang terdekat. "Tanyakan pada teman, kelompok ibu-ibu, atau tetangga yang kamu percaya. Apakah mereka memiliki rekomendasi yang kamu cari," ujarnya.

Mengambil babysitter dari rekomendasi orang terdekat akan jauh lebih menenangkan karena secara tidak langsung, mereka akan ikut mengawasi kinerjanya dan memastikan anakmu aman di tangan babysitter. Jadi, gak ada salahnya untuk mulai meminta rekomendasi dari orang terdekat atau keluarga yang pernah menggunakan jasa babysitter.

3. Melakukan wawancara mendalam pada calon babysitter

ilustrasi pengasuh anak (pexels.com/Gustavo Fring)

Entah kamu membuka lowongan kerja sebagai babysitter atau mencari dari agen penyedia jasa pengasuh resmi, sesi wawancara tetap menjadi momen yang penting. Dari sini kamu bisa menilai bagaimana karakter, etos kerja, pengalaman, dan kecakapan kandidat. Apakah itu sesuai dengan yang kalian inginkan atau tidak. Tanyakan sedetail mungkin tentang calon pengasuh anakmu, supaya kamu tidak salah menentukan pilihan.

Maka dari itu, Lindsay Thomason, Founder The Nanny League dalam laman the Bump, menyarankan untuk terlebih dahulu membuat daftar kriteria dan pertanyaan yang akan diajukan pada calon babysitter. Menurut Thomason, orangtua sebaiknya tidak terburu-buru memilih babysitter karena proses pengecekan latar belakang dan kecocokan sangat penting, terutama bagi ibu pekerja yang akan bergantung pada pengasuh setiap harinya.

Untuk melangkah lebih jauh dalam pertanyaan wawancara, masuklah ke hal-hal spesifik. Editor Senior di Care, Maressa Brown dalam laman the Bump, menyarankan pertanyaan berbasis skenario. "Apa yang akan kamu lakukan jika anak saya jatuh dari ayunan di taman bermain?" contoh Brown.

Berdasarkan jawabannya, orangtua akan mendapat gambaran jelas tentang bagaimana pengasuh akan menangani keadaan darurat saat mereka bekerja. Hal ini bisa dijadikan pertimbangan, apakah kamu akan menerimanya sebagai babysitter atau tidak.

4. Persiapan yang perlu dilakukan sebelum babysitter datang

ilustrasi pengasuh anak (pexels.com/Gustavo Fring)

Setelah kamu mengambil seorang pengasuh bayi dan anak, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum babysitter tersebut mulai bekerja. Dilansir laman the Bump, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum babysitter datang di hari pertamanya bekerja:

  • Tetapkan aturan

Sebelum babysitter mulai bekerja, pastikan mereka memahami keinginan dan harapanmu sehingga semua orang memiliki pemahaman yang sama sejak awal. Brown menyarankan orangtua untuk membuat daftar aturan. Misalnya, berapa lama waktu screen time, tidur siang, kapan waktunya sarapan, makan siang, makan malam, dan camilan.

  • Berikan kontak darurat

Bagi ibu pekerja, meninggalkan bayi dan anak dalam pengawasan pengasuh tentu ada perasaan was-was. Jadi, supaya kamu bisa berangkat bekerja dengan tenang, penting untuk meninggalkan kontak darurat. Kontak tersebut tak hanya berisi nomor pribadimu dan suami saja, tapi juga kontak dokter anak, pemadam kebakaran, dan kantor polisi setempat.

  • Buat rutinitas

Brown menyarankan untuk membuat jadwal kasar yang merinci rutinitas harian anak, seperti waktu makan dan tidur di hari pertama kunjungan babysitter. Dengan ini, mereka akan memiliki gambaran seperti apa pola asuh yang kamu inginkan.

  • Berikan tur rumah

Penting untuk mengajak babysitter mengenal tata letak rumah dan area mana saja yang terbilang privat. Mereka juga harus tahu di mana letak peralatan rumah agar bisa bergerak cepat saat dibutuhkan. Lebih baik lagi jika kamu bisa menemani babysitter di hari pertama ia bekerja.

  • Sederhanakan tugas menyiapkan makanan

Agar waktu lebih efisien, di hari-hari pertama bekerja, kamu bisa menyediakan makanan untuk anakmu. Sang pengasuh tinggal memanaskannya saja. Seiring waktu, kamu juga bisa memberikan bahan makanan beserta resep kepadanya untuk diolah menjadi makanan. Sementara untuk keperluan makan nanny, kamu bisa memberinya uang cash atau menyiapkan makanan untuknya. Itu tergantung kesepakatan kalian.

  • Berikan informasi yang spesifik

Tips spesifik tentang acara TV favorit anak, makanan kesukaan mereka, buku bacaan yang sedang disenangi anak, hingga posisi tidur favorit si kecil bisa jadi informasi yang membantu nanny dalam menjalankan tugasnya.

5. Bagaimana memastikan seorang babysitter itu baik atau tidak?

ilustrasi pengasuh anak (pexels.com/Gustavo Fring)

Saat babysitter mulai bekerja di rumah, tentu saja membangun kepercayaan itu tidaklah mudah. Apalagi buat ibu bekerja yang harus meninggalkan rumah dari pagi hingga sore hari. Jika kamu merasa ada hal yang janggal, jangan ambil risiko untuk meninggalkan anak sendirian dengan pengasuhnya.

dr. Amanda "Bird" Hoffert Gilmartin, MD, FAAP, seorang Asisten Ditektur Medis Klinis Klinik Kesehatan Anak di Rumah Sakit Colorado, menekankan rasa percaya pada pengasuh adalah hal utama ketika orangtua bekerja atau membutuhkan bantuan penjaga anak. "Jika ada sesuatu yang terasa tidak benar, percayalah pada dirimu sendiri sebagai orangtua dan jangan tinggalkan anakmu dengan orang tersebut," ujar dr. Amanda.

Bila kamu sudah merasa nyaman dan aman meninggalkan si kecil dengan babysitter, itu tandanya kamu telah menentukan pilihan yang tepat. dr. Amanda menyarankan untuk membuat daftar tiga orang paling dipercaya sebagai kontak darurat. Jadi, bila sewaktu-waktu kamu memerlukan bantuan terkait keamanan anak, kamu bisa memintanya dari orang yang terpercaya untuk memastikan kondisi anakmu tetap aman.

Tentu tidak mudah bagi seorang ibu bekerja ketika harus meninggalkan anak mereka bersama babysitter. Maka dari itu, penting untuk memastikan orangtua benar-benar menemukan pengasuh anak yang tepat dan dapat dipercaya. Memasang kamera CCTV juga bisa jadi langkah tepat agar keamanan anak semakin terjamin.

Editorial Team