Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kisah Mahasiswi Ini Raup Cuan dari Jasa Temani Klien Sampai Babysitter

Kisah Mahasiswi Ini Raup Cuan dari Jasa Temani Klien Sampai Babysitter
Tety Rukmanah (24) /dok pribadi
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Tety Rukmanah, mahasiswi UIN Jakarta, membangun layanan ‘Amirah Care’ yang menawarkan jasa babysitter sekaligus teman aktivitas harian dengan sistem fleksibel dan respons positif dari klien.
  • Layanan ini menjawab kebutuhan emosional banyak perantau di Jakarta yang mencari teman berbagi cerita atau bantuan membuat konten, sambil tetap menjaga profesionalitas kerja melalui sistem DP dan kesepakatan awal.
  • Tety sukses menyeimbangkan kuliah dan usaha, melibatkan teman kampus saat permintaan meningkat, serta berencana mengembangkan platform caregiver sambil terus mengejar pendidikan S2 dan berbagi inspirasi lewat TikTok.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Di tengah padatnya kehidupan urban Jakarta, seorang mahasiswi berhasil mengubah pengalaman hidupnya menjadi peluang usaha yang tak biasa. Tety Rukmanah (24) menjalani dua dunia sekaligus: sebagai mahasiswi semester akhir dan penyedia jasa yang tak biasa mulai.

Mahasiswa semester akhir di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kini dikenal lewat layanan “Amirah Care” jasa yang tak hanya menawarkan babysitter, tetapi juga teman untuk menemani aktivitas sehari-hari.

Tety mengatakan bahwa usaha itu ia mulai pada akhir Desember 2025. Sebelumnya, Tety sudah lebih dulu terjun sebagai babysitter sekaligus asisten rumah tangga selama dua tahun. Dari pengalaman itu, ia memahami satu hal penting: kebutuhan keluarga bukan hanya soal bantuan tenaga, tetapi juga kepercayaan dan kenyamanan. Dia melihat peluang.

"Ketika sudah memasuki semester akhir, aku melihat peluang untuk kembali ke bidang ini dengan sistem yang lebih fleksibel, yaitu membuka jasa babysitting harian atau per jam. Dari situ aku mulai membangun layanan sendiri, dan alhamdulillah perkembangannya cukup pesat serta mendapatkan respon yang sangat baik dari klien," ucapnya pada IDN Times, Jumat (7/4/2026).

1. Team i kondangan sampai bikin konten

siaranpers_pemprov_dki-20250817124856_qy8ic7_962.jpg
Pesta Rakyat di Monas (Dok Pemprov DKI)

Namun layanan yang ia tawarkan tidak berhenti di situ. Tety juga membuka jasa personal assistant, mulai dari menemani klien menghadiri acara, kondangan, hingga sekadar berjalan santai atau berbincang. Bahkan, ia menyediakan jasa pengambilan foto dan video untuk kebutuhan konten.

"Aku melihat ini sebagai peluang juga, karena banyak orang yang ingin membuat konten tapi tidak memiliki orang yang bisa membantu proses pengambilan gambar atau video. Jadi aku membuka jasa take konten sebagai layanan tambahan. Dengan begitu, aku tetap bisa menjalankan dua hal yang aku suka sekaligus," ujarnya.

2. Banyak klien yang perantau

Pemprov DKI Jakarta memberangkatkan 34 ribu  pemudik dari Monas, Selasa (17/2/2026).
Pemprov DKI Jakarta memberangkatkan 34 ribu pemudik dari Monas, Selasa (17/2/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Dia mengatakan jasa menemani ini berangkat dari realita yang ia temui langsung di lapangan. Banyak kliennya adalah perantau yang tinggal di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, hingga Tangerang Selatan dan sekitarnya yang membutuhkan teman untuk sekadar berbagi cerita.

“Kadang mereka cuma butuh ditemani ngobrol atau ada yang bantu ambil foto. Karena mereka perantau dan belum punya banyak teman di Jakarta,” ujar Tety.

3. Sejumlah tantangan dihadapi

IMG-20260418-WA0032.jpg
Tangkapan layar Tety Rukmanah/(TikTok@Amirahcare)

Mayoritas kliennya perempuan, dan sejauh ini belum ada klien laki-laki. Meski terdengar sederhana, layanan tersebut justru menjawab kebutuhan emosional yang kerap luput diperhatikan di kota besar.

Di balik kesuksesan awalnya, Tety tak menampik adanya tantangan. Ia pernah mengalami pembatalan sepihak saat sudah dalam perjalanan, hingga pembayaran yang tidak sesuai kesepakatan. Dari situ, ia belajar membangun sistem kerja yang lebih profesional, termasuk mempertimbangkan penerapan uang muka (DP).

"Dari pengalaman tersebut, aku belajar untuk lebih tegas dalam sistem kerja, seperti mulai mempertimbangkan DP dan memperjelas kesepakatan di awal agar lebih profesional dan menghindari hal serupa di kemudian hari," katanya.

4. Jalani dua dunia

Kondisi Gedung Rektoran UIN Jakarta usai kebakaran pada Senin (30/12/2024). (IDN Times/M Iqbal)
Kondisi Gedung Rektoran UIN Jakarta usai kebakaran pada Senin (30/12/2024). (IDN Times/M Iqbal)

Meski masih kuliah, Tety tetap disiplin membagi waktu. Ia menetapkan dua hari libur dalam seminggu untuk bimbingan skripsi dan istirahat, sementara pekerjaan tetap dijalankan di hari lainnya. Dukungan keluarga dan teman menjadi faktor penting yang membuatnya terus bertahan.

Penghasilannya pun cukup menjanjikan. Dalam sehari, ia bisa memperoleh Rp100 ribu hingga Rp300 ribu, tergantung durasi kerja. Bahkan, ia pernah menerima bayaran lebih dari klien setia sebagai hadiah ulang tahun momen yang ia akui sangat berkesan.

Pengalaman lain yang tak kalah menarik adalah ketika ia diajak klien untuk belajar baking hingga membuat waffle bersama. Baginya, momen seperti itu menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya dianggap sebagai pekerja, tetapi juga partner.

"Selain itu, pengalaman besar lainnya adalah ketika mendapatkan kesempatan bertemu konten kreator dan artis cilik dalam pekerjaan asistensi. Itu menjadi pengalaman yang sangat berharga dan membuka peluang baru," paparnya.

5. Tak perlu gengsi

IMG-20260418-WA0033.jpg
Tangkapan layar Tety Rukmanah/(TikTok@Amirahcare)

Kini, Tety mulai melangkah lebih jauh. Ia telah beberapa kali melibatkan teman kampusnya untuk membantu pekerjaan saat permintaan meningkat. Ke depan, ia bercita-cita mengembangkan layanan ini menjadi platform atau aplikasi penyedia jasa caregiver dengan sistem seleksi ketat.

Di sisi lain, mimpi akademiknya tetap berjalan. Ia berencana melanjutkan pendidikan S2 dengan harapan mendapatkan beasiswa dari LPDP.

Melalui akun TikTok “Amirah Care”, Tety juga aktif membagikan aktivitas pekerjaannya. Konten tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga memperlihatkan bagaimana pekerjaan yang ia jalani memiliki nilai lebih membantu sekaligus menemani.

Bagi Tety, pekerjaan ini bukan sekadar mencari penghasilan tambahan. Ada kepuasan tersendiri ketika ia bisa membuat anak merasa nyaman dan orang tua merasa tenang, atau ketika kehadirannya mampu mengurangi rasa sepi seseorang. Di tengah stigma generasi Z yang pilah pilih pekerjaan, ia justru punya pesan sederhana untuk generasi muda.

“Tetap semangat dan jangan takut mencoba. Gen Z sering disebut sebagai generasi yang unik, dan menurutku itu justru menjadi kelebihan karena kita bisa melihat peluang dari berbagai arah," ujarnya.

"Tidak perlu gengsi dalam menjalani pekerjaan apapun selama itu halal dan bermanfaat. Yang terpenting adalah konsisten, bertanggung jawab, dan terus mau belajar serta berkembang," imbuhnya

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More