ilutrasi seorang ayah dan anak laki-lakinya (pexels.com/cottonbro studio)
Tips terakhir tapi juga tak penting adalah mengajari anak untuk berani bicara tentang insiden penindasan dan meminta bantuan. Banyak anak-anak korban bullying yang memilih untuk tutup mulut dan merasakan penderitaannya sendirian.
Memang sulit berada di posisi korban, karena mungkin saja mereka mengalami rentetan intimidasi dari pelaku yang membuatnya sulit untuk buka suara. Namun, penting diingat bila semakin lama berdiam diri, pelaku intimidasi akan bertingkah semakin menjadi-jadi.
Karenanya, setiap orangtua wajib mengajari anak mereka agar berani memberitahu orang dewasa tentang penindasan. Berikan pemahaman kepada anak bahwa memberitahu masalah ini bukanlah suatu tanda pengecut, melainkan sebuah tindakan yang berani.
“Meminta bantuan adalah salah satu komponen advokasi diri. Ketika kamu menyadari bahwa kamu tidak bisa melindungi diri, itu artinya kamu membutuhkan orang lain untuk membantumu,” jelas Starnes.
Bullying atau perundungan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Anak-anak menjadi salah satu yang berpotensi menjadi korban bullying.
Oleh sebab itu, orangtua wajib memberikan dukungan, kasih sayang, serta tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak mereka. Bekali juga anak dengan keterampilan khusus agar bisa menjaga dirinya sendiri dari pelaku perundungan.
Mengapa penting bagi orang tua untuk mengajari anak cara membela diri sejak dini? | Mengajari anak membela diri sangat penting agar mereka tidak tumbuh menjadi sasaran empuk perundungan yang pasrah, melainkan memiliki rasa percaya diri yang kuat serta ketahanan mental untuk melindungi harga diri mereka saat tidak ada orang dewasa di sekitarnya. |
Bagaimana cara menanamkan sikap tegas pada anak tanpa memicu mereka menjadi anak yang ikutan kasar atau reaktif? | Orang tua bisa melatih anak untuk menggunakan bahasa tubuh yang tegap, melakukan kontak mata yang berani, serta menyuarakan kata "stop" atau "jangan ganggu saya" dengan nada suara yang lantang dan datar, sehingga pelaku tahu bahwa anak Anda bukanlah sosok yang bisa diintimidasi dengan mudah. |
Apakah membela diri berarti orang tua menyuruh anak untuk selalu membalas perundung dengan kekerasan fisik? | Membela diri sama sekali bukan berarti mengajarkan kekerasan fisik balasan, melainkan melatih anak untuk mengutamakan pertahanan diri, berjalan menjauh secara tenang dari situasi yang berbahaya, serta segera mencari perlindungan kepada figur otoritas seperti guru atau petugas keamanan sekolah. |
Bagaimana peran komunikasi di rumah dalam memperkuat kemampuan anak untuk menghadapi pembully? | Peran komunikasi di rumah sangat krusial di mana orang tua harus menciptakan ruang diskusi yang aman tanpa menghakimi, rutin melakukan simulasi atau role-play skenario menghadapi perundung, serta memastikan anak tahu bahwa melaporkan tindakan bullying adalah tindakan yang benar dan berani, bukan tanda kelemahan. |