Pola pikir misoginis gak muncul begitu saja dalam semalam. Ia terbentuk dari lingkungan, ucapan sehari-hari, tontonan, hingga contoh perilaku yang terus berulang tanpa disadari. Dalam dunia parenting modern, kesadaran soal kesetaraan gender sudah jadi pembahasan penting yang gak bisa diabaikan.
Anak adalah peniru ulung yang menyerap nilai dari rumah sebelum mengenal dunia luar. Kalau rumah menjadi ruang yang adil dan penuh empati, fondasi karakter akan tumbuh lebih sehat. Membentuk pola pikir yang menghargai perempuan bukan sekadar wacana sosial, melainkan bagian dari tanggung jawab moral keluarga.
Kalau kebetulan kamu adalah orang tua dengan anak yang masih kecil, artikel ini buatmu. Sebab, ada beberapa tips parenting agar anak gak tumbuh dengan pola pikir misoginis yang bisa kamu praktikkan.
