ilustrasi safar (pexels.com/JESHOOTS.com)
Orang yang safar atau bepergian dengan tujuan yang jauh hingga puluhan kilometer dan melelahkan juga tidak diwajibkan untuk berpuasa. Sebab, orang yang dalam perjalanan jauh itu pasti melelahkan dan membutuhkan bekal untuk membantu fokus dalam perjalanannya. Sehingga, Allah memberikan rukhsah atau keringanan bagi orang yang safar untuk tidak berpuasa. Perjalanan yang ditempuh kira-kira berjarak 80,640km (menurut keterangan dari Sulaiman Rasjid, dalam BAB puasa, kebolehan tidak puasa bagi orang yang safar).
Jika perjalanan yang ditempuh kurang dari itu dan tidak melelahkan, ia tetap wajib untuk berpuasa. Akan tetapi, jika ia telah menempuh perjalanan yang jauh sesuai ketentuan jarak yang telah ditetapkan dalam syariah, lalu ia tidak berpuasa, ia wajib mengqada puasanya di hari-hari yang lain setelah Ramadan sebanyak hari yang ia tidak berpuasa.
Sebagaimana Firman Allah dalam QS. Al-Baqarah/2: 185
“Barang siapa yang sedang dalam perjalanan (lalu ia tidak berpuasa), maka (wajiblah baginya untuk mengganti puasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesulitan bagimu.”