ilustrasi anak bermain dengan anak anjing (pexels.com/katyawolf)
Perkembangan fisik dan motorik yang pesat juga menjadi salah satu alasan mengapa anak punya energi berlebih. Pada masa pertumbuhan, tubuh mereka terus berkembang, termasuk otot, tulang, dan koordinasi gerak. Anak-anak secara alami terdorong untuk bergerak lebih banyak karena aktivitas fisik membantu memperkuat otot dan meningkatkan keterampilan motorik mereka, seperti berlari, melompat, atau memanjat.
"Anak-anak belajar melalui gerakan. Energi yang mereka miliki berperan sebagai sumber utama yang mendukung proses belajar dan eksplorasi mereka," kata Ross Thompson, spesialis pengajaran di Institut Perkembangan Anak Universitas Minnesota, dilansir CBS News.
Selain itu, mereka belum memiliki kontrol penuh atas energi yang dimiliki, sehingga cenderung terus bergerak tanpa merasa cepat lelah. Aktivitas fisik ini tidak hanya penting untuk kesehatan tubuh mereka, tetapi juga berperan dalam perkembangan kognitif dan emosional.
"Balita dan anak-anak prasekolah tidak memiliki kontrol diri atau kemampuan kognitif untuk berhenti melakukan hal-hal yang mereka nikmati," kata Susan J. Schwartz, direktur klinis dari Institute for Learning and Academic Achievement di New York University Child Study Center, dilansir Parents.