Media sosial kini dipenuhi konten kesehatan mental yang terasa sangat dekat dengan keseharian kita. Dalam hitungan detik, video pendek bisa membuat seseorang merasa, “Kok ini aku banget, ya?” Dari situ, label gangguan mental sering muncul begitu saja tanpa proses panjang. Padahal, memahami kondisi psikologis tidak sesederhana menonton konten viral.
Niat awalnya mungkin ingin lebih peduli pada diri sendiri, tapi self-diagnosis justru bisa membawa dampak yang tidak disadari. Terlalu cepat menyimpulkan kondisi mental dapat mengaburkan masalah yang sebenarnya. Alih-alih merasa terbantu, banyak orang justru makin cemas dan bingung. Yuk simak lima dampak buruk terlalu sering melakukan self-diagnosis dari konten media sosial.
