Obrolan mendalam atau deep talk sering dianggap sebagai tanda kedekatan emosional. Saat dua orang saling berbagi cerita personal, hubungan terasa lebih hangat dan bermakna. Namun, tidak semua percakapan serius otomatis sehat. Ada kalanya, niat untuk dekat justru berubah menjadi trauma dumping tanpa disadari.
Masalahnya, meluapkan trauma pada orang yang baru dikenal bisa membuat situasi jadi canggung, tidak seimbang, bahkan membebani pihak lain. Deep talk yang sehat seharusnya memberi ruang aman bagi kedua belah pihak, bukan hanya menjadi tempat pelampiasan emosi sepihak. Supaya tidak salah kaprah, yuk pahami lima cara membedakan deep talk yang sehat dan trauma dumping berikut ini.
