Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kebiasaan Harian yang Bisa Jadi Jangkar saat Hari Gak Stabil

rileks
ilustrasi rileks (freepik.com/freepik)

Ada hari-hari ketika semuanya terasa gak berantakan, tapi juga gak benar-benar rapi. Jadwal tetap jalan, tugas tetap dikerjakan, tapi hati dan pikiran terasa goyah. Kamu mungkin ngerasa gampang capek, susah fokus, atau emosinya naik turun tanpa alasan jelas. Di kondisi seperti ini, kamu gak selalu butuh solusi besar atau perubahan drastis.

Yang sering kamu butuhkan justru sesuatu yang konsisten dan bisa dipegang. Kebiasaan harian yang sederhana bisa jadi jangkar, penahan kecil supaya kamu gak kebawa arus hari yang gak stabil. Lima kebiasaan berikut bisa kamu tanamkan pelan-pelan, tanpa tuntutan harus sempurna.

1. Memulai hari dengan satu aktivitas yang selalu sama

ilustrasi minum air putih
ilustrasi minum air putih (freepik.com/stefamerpik)

Saat hari terasa gak stabil, hal pertama yang sering hilang adalah rasa kepastian. Memulai pagi dengan satu aktivitas yang selalu sama bisa bantu memberi sinyal aman ke tubuh dan pikiran. Aktivitasnya gak perlu besar, cukup minum air, membuka jendela, atau duduk sebentar sebelum pegang HP.

Kebiasaan yang konsisten bikin kamu merasa punya pegangan di awal hari. Kamu tahu ada satu hal yang tetap, meski hal lain terasa berubah-ubah. Dari situ, hari terasa sedikit lebih bisa diprediksi.

Anchor kecil ini membantu kamu masuk ke ritme harian dengan lebih tenang. Kamu gak langsung terseret ke tuntutan atau distraksi, tapi memulai hari dengan kesadaran penuh.

2. Mengecek kondisi tubuh sebelum lanjut aktivitas

tarik napas
ilustrasi tarik napas (freepik.com/stockking)

Saat pikiran sibuk, tubuh sering diabaikan. Padahal tubuh biasanya lebih jujur soal kondisi kamu sebenarnya. Membiasakan diri buat ngecek tubuh, entah lewat napas, ketegangan bahu, atau rasa lelah, bisa jadi anchor yang menenangkan.

Kamu bisa melakukannya dalam hitungan detik. Tarik napas, sadari posisi tubuh, dan rasakan apa yang lagi kamu alami. Tanpa perlu menghakimi atau langsung memperbaiki.

Dengan kebiasaan ini, kamu belajar hadir sebelum bergerak. Hari yang gak stabil pun terasa lebih terkendali karena kamu gak sepenuhnya terputus dari diri sendiri.

3. Memberi jeda singkat di antara dua aktivitas

ilustrasi istirahat dari pekerjaan (freepik.com/benzoix)
ilustrasi istirahat dari pekerjaan (freepik.com/benzoix)

Hari yang goyah sering terasa makin berat karena semuanya terjadi tanpa jeda. Dari satu tugas ke tugas lain, dari satu peran ke peran berikutnya. Membiasakan jeda singkat bisa jadi anchor yang menjaga kamu tetap utuh.

Jeda ini gak perlu lama. Cukup berhenti beberapa detik, menarik napas, atau melepaskan pandangan dari layar. Tujuannya bukan produktif, tapi transisi yang lebih lembut.

Dengan jeda kecil, kamu memberi ruang untuk menutup satu momen sebelum masuk ke momen berikutnya. Ini membantu pikiran gak terasa ditarik ke banyak arah sekaligus.

4. Melakukan satu hal pelan tanpa target hasil

merapikan rumah (pexels.com/cottonbro studio)
merapikan rumah (pexels.com/cottonbro studio)

Di hari yang gak stabil, tekanan buat tetap produktif sering terasa lebih berat. Punya satu kebiasaan yang dilakukan pelan, tanpa target apa pun, bisa jadi anchor yang menenangkan. Misalnya menyeduh minuman, merapikan satu sudut kecil, atau berjalan santai sebentar.

Kebiasaan ini memberi pesan ke diri sendiri bahwa kamu gak selalu harus ngejar hasil. Ada ruang buat bergerak tanpa tujuan besar. Sensasi ini penting buat menyeimbangkan hari yang penuh tuntutan.

Saat kamu melakukan sesuatu dengan ritme pelan, tubuh dan pikiran ikut menurunkan ketegangan. Hari pun terasa lebih ramah untuk dijalani

5. Menutup hari dengan ritual yang sama setiap malam

ilustrasi menulis jurnal (freepik.com/freepik)
ilustrasi menulis jurnal (freepik.com/freepik)

Anchor gak cuma dibutuhkan di pagi atau siang hari, tapi juga saat menutup hari. Ritual kecil sebelum tidur bisa bantu kamu melepaskan sisa-sisa hari yang gak stabil. Entah itu membereskan tas, mencuci muka dengan pelan, atau menuliskan satu hal yang kamu rasakan.

Ritual ini membantu otak memahami bahwa hari sudah selesai. Kamu gak perlu membawa semuanya ke malam. Ada batas yang jelas antara hari ini dan waktu istirahat.

Dengan penutup yang konsisten, kamu memberi kesempatan buat tubuh dan pikiran pulih. Besok pun terasa lebih siap untuk dijalani.

Hari yang gak stabil akan selalu datang sesekali. Tapi, dengan kebiasaan harian yang sederhana dan konsisten, kamu punya jangkar untuk tetap berdiri tegak. Pelan-pelan, kebiasaan kecil ini bisa bikin kamu merasa lebih aman, hadir, dan terkoneksi dengan diri sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Makna Speak Up Aurelie Moeremans, Cara Sembuh dari Masa Lalu Kelam

15 Jan 2026, 10:31 WIBLife