Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ruangan industrial
ilustrasi ruangan industrial (unsplash.com/Aaron Huber)

Gaya industrial aesthetic sering dianggap sebagai simbol ruang yang maskulin, tegas, dan modern. Ruangan ini identik dengan dinding ekspos, material mentah seperti besi dan beton, serta nuansa warna gelap yang kuat. Gaya industrial banyak dipilih karena tampilannya yang jujur dan tidak dibuat-buat.

Namun, di balik kesan estetik tersebut, tidak sedikit orang yang justru terjebak pada kesalahan umum saat menerapkannya. Alih-alih terlihat autentik, ruang malah terasa dingin, tidak nyaman, atau sekadar meniru tanpa karakter. Agar hal tersebut tidak terjadi, berikut lima kesalahan umum saat mengadopsi gaya industrial aesthetic yang sebaiknya dihindari.

1. Terlalu fokus pada tampilan mentah, lupa kenyamanan

ilustrasi ruangan industrial (unsplash.com/Drew Coffman)

Kesalahan paling sering adalah menganggap gaya industrial hanya soal tampilan kasar dan mentah. Beton polos, dinding bata tanpa finishing, lantai semen, hingga furnitur besi kerap diaplikasikan secara berlebihan. Padahal, jika semua elemen terasa keras tanpa penyeimbang, ruang akan kehilangan sisi humanisnya.

Gaya industrial yang baik tetap mempertimbangkan kenyamanan penghuni. Kehadiran tekstur lembut seperti sofa berbahan kain, karpet dengan warna netral, atau pencahayaan hangat sangat penting. Tanpa elemen ini, ruang memang terlihat industrial, tetapi terasa dingin dan tidak ramah untuk aktivitas sehari-hari.

2. Salah kaprah dalam pemilihan warna

ilustrasi ruang tamu (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Banyak orang mengira gaya industrial hanya bermain di warna hitam, abu-abu, dan cokelat tua. Akibatnya, seluruh ruangan dibuat gelap tanpa variasi. Ini bisa membuat ruangan terasa sempit dan suram, terutama jika pencahayaan alami terbatas.

Kesalahan ini sering muncul karena kurang memahami bahwa palet industrial juga bisa diperkaya dengan warna netral lain. Seperti putih kusam, beige, atau aksen kayu alami. Warna-warna tersebut membantu menciptakan kontras dan memberi napas pada ruangan. Tapi tidak menghilangkan karakter industrial itu sendiri.

3. Mengabaikan pencahayaan sebagai elemen utama

ilustrasi ruangan industrial (unsplash.com/Aaron Huber)

Pencahayaan sering dianggap sebagai pelengkap. Padahal, dalam gaya industrial aesthetic, lampu justru menjadi salah satu elemen kunci. Kesalahan umum yang terjadi adalah menggunakan lampu standar tanpa mempertimbangkan desain dan atmosfer yang dihasilkan.

Lampu gantung dengan kap besi, bohlam ekspos, atau lampu dinding bergaya vintage seharusnya dipilih dengan cermat. Selain itu, pencahayaan berlapis, kombinasi lampu utama, lampu aksen, dan pencahayaan tugas akan membuat ruang terasa hidup. Tanpa pencahayaan yang tepat, detail industrial justru tenggelam dan kehilangan daya tariknya.

4. Meniru mentah-mentah tanpa konsep yang jelas

ilustrasi ruangan industrial (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Inspirasi dari kafe, loft, atau media sosial memang menggoda. Namun, meniru gaya industrial secara mentah-mentah tanpa menyesuaikan fungsi dan ukuran ruang adalah kesalahan besar. Tidak semua elemen industrial cocok untuk setiap hunian.

Misalnya, pipa terbuka dan langit-langit tinggi mungkin terlihat keren di ruang komersial. Tetapi belum tentu nyaman di rumah dengan plafon rendah. Gaya industrial seharusnya diadaptasi, bukan disalin. Konsep yang jelas membantu ruang terasa lebih personal dan fungsional.

5. Mengabaikan sentuhan personal dan cerita ruang

ilustrasi ruangan industrial (pexels.com/Max Vakhtbovycn)

Kesalahan terakhir yang sering terjadi adalah menciptakan ruang industrial yang terlalu steril dan kehilangan identitas. Semua elemen terasa seperti showroom. Terlihat rapi, seragam, tetapi tanpa cerita. Padahal, esensi industrial aesthetic berakar dari ruang kerja dan bangunan lama yang penuh sejarah.

Menambahkan sentuhan personal seperti karya seni, foto hitam-putih, barang vintage, atau furnitur dengan cerita tertentu akan membuat ruang terasa hidup. Elemen-elemen ini bukan sekadar dekorasi, tetapi penanda karakter pemilik ruang. Tanpa sentuhan personal, gaya industrial hanya menjadi tren visual, bukan ruang yang bermakna.

Mengadopsi gaya industrial aesthetic bukan sekadar mengikuti tren atau menampilkan kesan maskulin dan edgy. Namun, diperlukan keseimbangan antara estetika, fungsi, dan kenyamanan. Dengan menghindari lima kesalahan di atas, kita bisa menciptakan ruang industrial yang tidak hanya menarik secara visual. Tetapi juga hangat, relevan, dan benar-benar hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team