Hidup jarang berjalan sesuai rencana, bahkan ketika kita sudah menyusunnya dengan sangat rapi. Rencana bisa berubah tiba-tiba karena kehilangan, kegagalan, atau keadaan yang sama sekali di luar kendali. Di momen seperti ini, banyak orang memaksa diri untuk tetap terlihat kuat dengan berpikir positif. Padahal, yang sering dibutuhkan justru kemampuan menghadapi emosi dengan lebih lentur dan jujur.
Inilah yang disebut emotional agility, kemampuan untuk beradaptasi secara emosional tanpa menyangkal perasaan yang muncul. Kelincahan emosional bukan tentang menolak sedih, marah, atau kecewa, tapi tentang mengelolanya dengan sadar. Dengan emotional agility, kamu bisa tetap bergerak meski rencana hidup terasa berantakan. Yuk simak lima langkah melatih emotional agility agar ketahanan mentalmu lebih siap menghadapi ketidakpastian.
