Ada kalanya pikiran terasa penuh, tapi sulit dijelaskan lewat kata-kata lisan. Emosi bercampur aduk, kepala ramai, dan tubuh ikut lelah tanpa sebab yang jelas. Dalam kondisi seperti ini, menulis sering kali jadi ruang aman untuk menata isi kepala secara perlahan. Bukan untuk pamer tulisan, melainkan untuk berdialog jujur dengan diri sendiri.
Aktivitas menulis kerap dipandang remeh karena terlihat sederhana dan sepi. Padahal, banyak orang menjadikannya bentuk self therapy untuk menghadapi stres, cemas, bahkan kelelahan emosional. Lewat tulisan, pikiran yang kusut bisa dipindahkan ke kertas tanpa takut dihakimi. Yuk simak lima manfaat menulis yang bisa membantu kamu melepaskan beban pikiran yang menumpuk secara lebih sehat.
