Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Nasihat Sederhana Untukmu yang Tengah Memendam Benci pada Seseorang

5 Nasihat Sederhana Untukmu yang Tengah Memendam Benci pada Seseorang
pexels/ João Jesus

Dalam kehidupan sosial tak jarang kamu mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang lain. Baik secara fisik maupun batin. Terkadang ada orang yang menganggap perlakuan buruk tersebut sebagai angin lalu. Tapi ada pula yang menyimpan rasa sakit hati itu menjadi benci.

Meskipun tidak terang-terangan ditunjukkan, tapi rasa benci ini sedikit banyak bisa mempengaruhi kehidupanmu sehari-hari, lho. Sebab perasaan tidak suka pada satu orang tersebut dapat mengurangi kebahagiaanmu dalam menjalani hidup. Ditambah lagi, jika intensitas pertemuan kalian sampai sekarang masih terbilang sering. Misalnya dia yang kamu benci tak lain adalah saudara, sahabat, atau teman satu kantor.

Nah, buatmu yang saat ini tengah menyimpan rasa benci yang mendalam mungkin lima nasihat sederhana ini bisa membuat hatimu sedikit melunak. Bukan untuk memaksamu supaya bisa menghilangkan perasaan benci itu seketika, tapi setidaknya pikiranmu bisa sedikit terbuka dan mempertimbangkan kalau menyimpan dendam terlalu lama itu gak ada baiknya.

1. Seperti rasa suka, benci juga timbul dari dalam dirimu sendiri

pexels/ Juan Pablo Serrano Ar
pexels/ Juan Pablo Serrano Ar

Perasaan senang, sedih, kesal, juga benci adalah perasaan yang hanya bisa diatur oleh dirimu sendiri. Makanya, jika sekarang kamu sedang membenci seseorang itu timbul karena kamu memang ingin membencinya.

Boleh saja teman atau sahabatmu berkata kurang mengenakan padamu, tapi mau perkataan itu melukaimu atau tidak kamu sebenarnya bisa mengaturnya. Bisa saja itu kamu anggap angin lalu atau bersikap masa bodoh. Anggap saja dia sedang khilaf, atau memang tabiatnya begitu dan gak bermaksud untuk mencederai perasaanmu.

2. Pikirkan ketika ada orang lain yang membencimu sekarang, apa itu menyenangkan?

pexels/ João Jesus
pexels/ João Jesus

Ketika tahu ada teman dekatmu yang diam-diam menyimpan benci ke kamu, tentunya itu membuat hatimu tidak nyaman, kan? Begitu pula sebaliknya. Bagi orang yang kamu benci, tentunya di dalam lubuk hatinya tersimpan penyesalan dan rasa bersalah. Bisa jadi, apa yang dia lakukan ke kamu tidak bertujuan untuk melukai perasaanmu.

Tapi karena nasi sudah menjadi bubur, dan hatimu terlanjur terluka dia hanya bisa mencoba memperbaiki sikap dan berharap mendapatkan maaf darimu. Jadi, mau dimaafkan gak nih?

3. Rasa benci yang dipelihara hanya akan membuat hidupmu kurang bahagia

pexels/ Min An
pexels/ Min An

Punya rasa benci yang mengendap di hati, bukan gak mungkin akan mengurangi kebahagiaan dalam hidupmu, lho. Ya, bisa saja kamu bersikap acuh tak acuh, tapi begitu berpapasan dengannya tentu perasaan senang itu akan terganjal rasa tidak nyaman. Alhasil, kamu jadi main kucing-kucingan demi menghindarinya.

Kalau sudah begitu, otomatis hidupmu gak akan tenang kan? Daripada harus menghindar terus menerus, lebih baik mulai sekarang coba untuk berdamai dengan perasaan. Belajar mengikhlaskan masa lalu, dan membuang rasa benci itu jauh-jauh.

4. Sejatinya rasa benci itu muncul karena dia merupakan salah satu orang yang penting bagimu

pexels/ Charry Jin
pexels/ Charry Jin

Coba tanyakan pada dirimu sendiri, apa yang membuat kamu sangat benci sama dia? Jika dia bukanlah orang yang penting buatmu, tentu apa pun yang dia lakukan dan katakan ke kamu gak akan ada efeknya sama sekali, dong. Justru karena dia adalah salah satu orang yang berarti bagimu, maka rasa sakit yang ditorehkan bisa sedalam itu.

Benci yang kamu rasakan sekarang, pasti bermula dari rasa kecewa. Kamu gak menyangka, orang yang kamu sayangi bisa tega berbuat demikian. Tapi coba dipikirkan lagi, daripada mengubah sayang jadi benci, lebih baik mempertahankan rasa sayang itu kan? Memang susah untuk memaafkan, tapi gak ada salahnya dicoba biar hati kamu kembali tenteram.

5. Tidak ada yang bisa menghilangkan rasa bencimu, kecuali dirimu sendiri

pexels/ Andrea Piacquadio
pexels/ Andrea Piacquadio

Terakhir, kamu wajib tahu kalau perasaan suka dan benci yang kamu rasakan hanya bisa dikontrol oleh dirimu sendiri. Percuma kamu berharap dia bakal peka dan memperbaiki sikapnya, kalau dari dalam dirimu sendiri tidak ada niat untuk memaafkannya.

Mulailah berdamai dengan diri sendiri. Lihat apakah dia punya iktikad baik meminta maaf atau tidak. Jika iya, kamu harus bisa berlapang dada dan memaafkannya. Kalau tidak, mau sekeras apa pun dia berusaha memperbaiki diri, kamu akan terus punya rasa benci padanya.

Itu tadi lima nasihat sederhana yang bisa kamu renungkan. Mau setelah ini kamu akan memaafkan atau tidak, itu sepenuhnya hakmu. Tapi ingat, segala pilihan pasti ada konsekuensinya, ya. Jangan gegabah memutuskan dan pikirkan dulu matang-matang sebelum bertindak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Angel Rose
EditorAngel Rose
Follow Us