Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tanda Kamu Mengalami Decision Fatigue dan Cara Cepat Mengatasinya

ilustrasi perempuan lelah
ilustrasi perempuan lelah (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Mudah merasa bingung saat memilih hal sederhana, menandakan kapasitas mental menipis. Mengurangi jumlah pilihan harian dapat menjaga kejernihan berpikir.
  • Emosi jadi lebih sensitif dari biasanya karena energi kognitif menurun. Memberi jeda sebelum mengambil keputusan dapat membantu menenangkan sistem saraf.
  • Cenderung menunda atau menghindari keputusan penting karena kelelahan berpikir. Memecah keputusan besar menjadi langkah kecil dapat membuat proses terasa lebih ringan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah merasa lelah padahal seharian cuma mengambil keputusan kecil, dari memilih baju sampai menentukan mau makan apa? Kepala terasa penuh, emosi gampang naik, dan fokus cepat buyar tanpa alasan yang jelas. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal bisa berdampak besar pada produktivitas mental. Tanpa disadari, energi pikiranmu terkuras oleh hal-hal yang tampak remeh.

Fenomena ini dikenal sebagai decision fatigue, yaitu kelelahan mental akibat terlalu sering membuat pilihan dalam waktu berdekatan. Otak manusia punya batas energi untuk memproses keputusan, sekecil apa pun itu. Saat batasnya terlampaui, kualitas keputusan ikut menurun dan rasa capek makin terasa. Berikut lima tanda umum yang sering muncul beserta cara cepat untuk mengatasinya.

1. Mudah merasa bingung saat memilih hal sederhana

ilustrasi perempuan bingung memilih menu makan
ilustrasi perempuan bingung memilih menu makan (freepik.com/freepik)

Saat mengalami kelelahan keputusan, memilih menu makan siang pun terasa melelahkan. Kamu bisa menghabiskan waktu lama hanya untuk menentukan opsi paling sederhana. Pikiran terasa macet meski pilihannya terbatas. Ini tanda bahwa kapasitas mentalmu sedang menipis.

Cara mengatasinya adalah dengan mengurangi jumlah pilihan harian. Kamu bisa membuat keputusan rutin di awal, seperti menu mingguan atau pakaian kerja yang sudah disiapkan. Semakin sedikit pilihan kecil, semakin banyak energi tersisa untuk keputusan penting. Cara ini efektif menjaga kejernihan berpikir sepanjang hari.

2. Emosi jadi lebih sensitif dari biasanya

ilustrasi perempuan menangis
ilustrasi perempuan menangis (pexels.com/Anna Shvets)

Kelelahan mental sering membuat emosi lebih mudah tersulut. Hal kecil bisa terasa mengganggu dan memicu rasa kesal berlebihan. Ini bukan soal kepribadian, melainkan kondisi otak yang sudah kehabisan tenaga. Saat energi kognitif menurun, kontrol emosi ikut melemah.

Untuk mengatasinya, beri jeda singkat sebelum mengambil keputusan. Tarik napas, minum air, atau berjalan sebentar bisa membantu menenangkan sistem saraf. Jeda kecil ini memberi ruang bagi otak untuk pulih. Dengan begitu, respons emosional bisa lebih terkendali.

3. Cenderung menunda atau menghindari keputusan

ilustrasi perempuan berpikir
ilustrasi perempuan berpikir (pexels.com/George Milton)

Salah satu ciri decision fatigue adalah kecenderungan menunda, bahkan untuk hal yang sebenarnya penting. Kamu mungkin merasa malas memutuskan dan memilih membiarkan semuanya berjalan apa adanya. Penundaan ini sering disalahartikan sebagai kurang disiplin. Padahal, akar masalahnya ada pada kelelahan berpikir.

Solusinya adalah memecah keputusan besar menjadi langkah kecil. Alih-alih memikirkan hasil akhir, fokus pada satu tindakan terdekat. Pendekatan ini membuat proses terasa lebih ringan. Otak pun gak merasa terbebani sekaligus.

4. Kualitas keputusan menurun tanpa disadari

ilustrasi perempuan membaca dokumen
ilustrasi perempuan membaca dokumen (pexels.com/Mikhail Nilov)

Saat pikiran lelah, kamu cenderung memilih opsi paling mudah, bukan yang paling tepat. Misalnya, membeli sesuatu secara impulsif atau menyetujui hal yang sebenarnya ingin ditolak. Ini terjadi karena otak mencari jalan pintas untuk menghemat energi. Akibatnya, keputusan penting bisa diambil tanpa pertimbangan matang.

Cara cepat mengatasinya adalah dengan menentukan prioritas keputusan. Simpan energi mental untuk hal yang berdampak besar pada hidupmu. Untuk keputusan kecil, gunakan aturan sederhana atau kebiasaan tetap. Strategi ini membantu menjaga kualitas pilihan yang kamu buat.

5. Merasa sangat lelah meski aktivitas fisik minim

ilustrasi perempuan kelelahan
ilustrasi perempuan kelelahan (freepik.com/freepik)

Kelelahan akibat terlalu banyak berpikir sering terasa seperti capek fisik. Tubuh ingin istirahat, padahal kamu gak banyak bergerak. Ini karena otak bekerja terus-menerus tanpa jeda yang cukup. Produktivitas mental pun menurun drastis.

Mengatasinya bisa dimulai dengan memberi otak waktu reset. Matikan notifikasi, kurangi paparan informasi, dan beri waktu tanpa keputusan. Istirahat mental sama pentingnya dengan tidur. Saat otak mendapat ruang, energi perlahan kembali.

Menyadari tanda-tanda decision fatigue adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan mental dan kualitas hidup. Terlalu banyak keputusan kecil bisa diam-diam menguras energi dan memengaruhi produktivitas harian. Dengan menyederhanakan pilihan dan memberi jeda pada pikiran, kamu bisa kembali mengambil keputusan dengan lebih jernih. Yuk, mulai rawat energi mentalmu agar setiap keputusan terasa lebih ringan dan bermakna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Ciri Tanaman Hias yang Rawan Jadi Sarang Serangga, Wajib Waspada!

15 Jan 2026, 22:15 WIBLife