5 Tipe MBTI yang Cocok Bekerja di Bidang Pertanian, Kamu Termasuk?

Sektor pertanian modern yang kini menggabungkan riset, inovasi, dan teknologi sebagai fondasi keberlanjutan manusia di era digital.
Beberapa MBTI dianggap paling cocok berkarier di bidang pertanian karena karakter mereka mendukung nilai kerja keras dan keberlanjutan.
MBTI bukan berarti batasan karier, melainkan panduan memahami potensi diri agar dapat berkontribusi optimal dalam dunia pertanian modern.
Dalam dunia yang semakin bergantung pada teknologi dan digital, bidang pertanian sering kali dipandang sebelah mata. Padahal, sektor ini justru menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan manusia. Pertanian modern kini tidak hanya soal menanam dan memanen, tetapi juga melibatkan riset, inovasi, serta pemanfaatan teknologi.
Melihat dari sudut pandang Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), beberapa tipe kepribadian memiliki kecocokan alami dengan dunia pertanian. Beberapa tipe lebih cocok dalam aspek produksi langsung, sementara yang lain mungkin lebih tertarik pada sisi bisnis atau penelitian dalam pertanian. Berikut lima tipe MBTI yang dinilai paling cocok untuk berkarier di bidang pertanian.
1. ISFJ (The Defender)

ISFJ dikenal karena rasa tanggung jawab yang tinggi dan kepedulian mendalam terhadap kesejahteraan lingkungan sekitarnya. Dalam dunia pertanian, tipe ini cenderung telaten dalam menjaga tanaman, ternak, dan sumber daya alam agar tetap seimbang. Mereka bekerja dengan hati-hati dan berorientasi pada detail, memastikan hasil pertanian tetap berkualitas sekaligus menjaga kelestarian ekosistem.
Selain itu, ISFJ unggul dalam membangun hubungan sosial dengan komunitas lokal. Mereka dapat menjadi penghubung yang kuat antara petani, masyarakat, dan lembaga pertanian. Kesabaran serta komitmen mereka dalam menjaga stabilitas menjadikan ISFJ sosok yang dapat diandalkan untuk pertanian jangka panjang yang berkelanjutan.
2. INFP (The Mediator)

INFP memiliki kepekaan moral dan idealisme tinggi, membuat mereka tertarik pada pekerjaan yang memiliki makna mendalam bagi kehidupan. Bagi INFP, pertanian bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga bentuk harmoni antara manusia dan alam. Mereka cenderung tertarik pada praktik eco-farming, pertanian organik, atau proyek sosial yang berfokus pada keberlanjutan.
Kreativitas dan intuisi kuat membuat INFP mampu melihat potensi inovatif dalam sistem pertanian. Mereka bisa mengembangkan ide baru seperti urban farming atau pendidikan lingkungan berbasis komunitas. Dengan empati dan visi jangka panjang, INFP mampu membawa semangat perubahan positif di tengah tantangan global terhadap ketahanan pangan.
3. ISTP (The Virtuoso)

ISTP memiliki kemampuan analisis dan keterampilan teknis yang kuat, cocok untuk menghadapi tantangan di lapangan. Dalam pertanian modern, mereka bisa unggul dalam penggunaan mesin, sistem irigasi otomatis, atau teknologi precision farming. Mereka menikmati pemecahan masalah nyata, seperti memperbaiki peralatan atau mengoptimalkan lahan dengan pendekatan logis dan efisien.
Kemandirian ISTP menjadi nilai penting di sektor pertanian yang penuh ketidakpastian. Ketika dihadapkan pada kondisi cuaca ekstrem atau serangan hama, mereka mampu bertindak cepat dan tenang. Fleksibilitas ini membuat ISTP cocok menjadi pelaku utama dalam pertanian inovatif yang membutuhkan adaptasi dan keahlian teknis tinggi.
4. ESFP (The Entertainer)

ESFP dikenal penuh energi dan senang bekerja langsung di lapangan. Mereka menikmati aktivitas fisik dan lebih hidup ketika berada di alam terbuka. Dalam pertanian, sifat antusias ini menjadikan ESFP sosok yang produktif dan bersemangat, baik saat menanam, memanen, maupun berinteraksi dengan rekan kerja di lahan.
Selain itu, kemampuan sosial ESFP sangat membantu dalam membangun jaringan pertanian komunitas. Mereka bisa menjadi fasilitator pelatihan, penyuluh, atau duta pertanian berkelanjutan yang menginspirasi banyak orang. Dengan optimisme dan karisma alami, ESFP mampu menciptakan suasana kerja yang positif sekaligus meningkatkan produktivitas tim.
5. ESTJ (The Executive)

ESTJ memiliki gaya kepemimpinan yang terstruktur dan efisien, cocok untuk mengelola proyek atau usaha pertanian berskala besar. Mereka piawai mengatur sumber daya, menyusun jadwal panen, dan memastikan setiap proses berjalan tepat waktu. Dalam bidang yang menuntut koordinasi antara manusia, alat, dan alam, ketegasan ESTJ menjadi aset berharga.
Selain itu, ESTJ memiliki visi jangka panjang dalam mengembangkan sistem pertanian yang berkelanjutan secara ekonomi. Mereka dapat mengintegrasikan prinsip manajemen modern dengan praktik agrikultur tradisional. Dengan kombinasi rasionalitas dan tanggung jawab tinggi, ESTJ mampu membawa sektor pertanian menuju arah yang lebih efisien dan profesional.
Kelima tipe kepribadian MBTI ini menunjukkan bahwa dunia pertanian modern membutuhkan beragam karakter. Lima tipe MBTI di atas memiliki kecocokan alami untuk menekuni bidang pertanian karena karakter mereka sejalan dengan nilai-nilai kesabaran, kerja keras, dan keberlanjutan. Penting untuk diingat bahwa MBTI bukan alat untuk membatasi pilihan karir, melainkan panduan untuk memahami karakter dan potensi diri.









![[QUIZ] Tes Bahasa Indonesia TKA 2026, Buktikan Kemampuanmu!](https://image.idntimes.com/post/20260127/upload_76f461748837cdda14c694998679e41a_466e6738-152a-43ff-a101-79eeb37c87e0.jpg)

![[QUIZ] Simulasi Tes Bahasa Inggris TKA 2026, Buktikan Kalau Kamu Siap!](https://image.idntimes.com/post/20250725/pexels-max-fischer-5211446_3b3a3fef-ff88-479b-acce-221d73a3f47c.jpg)






